LAPORAN
SEMESTER PRAKTIKUM
BIOKIMIA
RENI
PUJI ASTUTI (E10014021)
MERY
HERLINA WATI (E10014025)
AMIN
NURHIDAYAH (E10014027)
IDRIS
ANGGARA TAMPUBOLON (E10014032)
FITRIA
HARTININGSIH (E10014051)
A6

FAKULTAS
PETERNAKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2015
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan anugrahNya
kami dapat membuat laporan semester praktikum biokimia dengan baik.
Laporan ini disusun dari berbagai literatur yang berhubungan dengan laporan ini.Penulis mengucapkan
banyak terima kasih kepada Dosen mata kuliah Biokimia dan asdos atas
bimbingannya dalam pembuatan laporan ini. Tak lupa juga kami mengucapkan
terimakasih kepada teman-teman sekalian.
Kami menyadari bahwa laporan ini mempunyai kekurangan. Maka
untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Agar
dalam pembuatan laporan selanjutnya lebih baik lagi.
Sekian dan terima kasih
Jambi, April 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
halaman
KATA
PENGANTAR...............................................................................
DAFTAR
ISI..............................................................................................
DAFTAR
GAMBAR.................................................................................
DAFTAR
TABEL......................................................................................
DAFTAR
LAMPIRAN.............................................................................
BAB
I PENDAHULUAN.......................................................................
Latar Belakang...............................................................................
Tujuan............................................................................................
Manfaat..........................................................................................
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA...............................................................
BAB
III MATERI DAN METODA.........................................................
Waktu dan Tempat.......................................................................
Materi............................................................................................
Metoda..........................................................................................
BAB IV HASIL DAN
PEMBAHASAN..................................................
BAB IV PENUTUP...................................................................................
Saran.............................................................................................
Penutup.........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................................
DAFTAR
GAMBAR
DAFTAR
TABEL
DAFTAR
LAMPIRAN
BAB
I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Biokimia
adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses kimia atau
reaksi kimia yang terjadi di dalam zat hidup (sel hidup, makhluk hidup), baik
itu mokroorganisme, tanaman, invertebrata avertebrata, hewan menyusui dan
manusia. Dalam hal ini, dapat kita ketahui bagaimana kumpulan zat hidup
bercampur atau bereaksi menghasilkan zat. yang disebut dengan zat hidup. Dan
peranan biokimia ini adalah sebagai dasar pengembangan pengetahuan dasar
kedokteran, pertanian, peternakan, biologi, mikrobiologi, dan yang lainnya,
yang erat hubungannya.
Kegiatan
praktikum Biokimia Dasar merupakan komponen penunjang aktivitas perkuliahan.
Latar belakang diadakannya praktikum tersebut agar mahasiswa dapat mengetahui
dan mengenal apa-apa saja yang dipelajari di dalam mata kuliah Biokimia ini.
Mulai dari Protein dan Asam amino, Karbohidrat, Lipida sampai dengan Enzim.
Protein
merupakan makromolekul terbanyak yang dapat ditemui dalam sel hidup, yang
merupakan komponen penting dan utama untuk sel hewan dan sel manusia. Protein dapat
diisolasi dari seluruh sel ke bagian sel.
Asam
amino merupakan senyawa organik yang mengandung gugus amino dan karboksil. Alam
amino umumnya mudah larut dalam air, dan hanya sedikit atau bahkan tidak larut
dalam pelarut organik, dan titik leburnya sangat tinggi Asam amino dibebaskan
dari ikatan peptida pada hidrolisi enzim (protease) atau asam, dan asam amino
dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dengan cara kromatografi. Semua asam
amino mengandung gugus fungsional yang dapat bekerja sebagai asam atau basa
tergantung pada pH lingkungan. Dalam protein terdapat proses denaturasi yang
berkaitan dengan tergantungnya ikatan atau interaksi kimiawi antar molekul.
Karbohidrat
merupakan komponen penting pada beberapa senyawa structural seperti dinding sel
tanaman, bakteri, mukopolisakarida kulit, dan jaringan pengikat pada
hewan.Karbohidrat dibagi atas monosakarida (fruktosa,glukosa,manosa,galaktosa
dan sebagainya)
Lipida merupakan komponen sel atau jaringan yang terdiri
atas beraneka ragam senyawa yang sebagian besar hanya larut dalam pelarut
organik. Lipida tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organiknya,
berupa: eter, kloroform, benzen, alcohol, bensin, dan tetra yang karena
sebagian besar tergolong gugus lipofil. Secara sederhana lipida terdiri dari
asil gliserol, fosfolipida, sfingolipida, glikolipida, lipida terpen, termasuk
korotenoid, dan steroid.Dalam lipida ini terdapat dua komponen utama yaitu
lemak (olive), dan minyak (oil).Lemak lebih banyak ditemukan pada hewan, dan
minyak lebih banyak diperoleh dari tumbuh- tumbuhan.
Lemak (lipida) merupakan senyawa organik yang tidak larut
dalarn air tetapi dapat diekstrasikan dengan pelarut non polar seperti
kloroform, benzen, dan eter.Lemak terdiri dari ester asam lemak dan gliserin,
Iemak tidak dalam air tetapi larut dalam ester, kloroform, bensin" karena
sebagian besar tergolong gugus lipofil.
Enzim
merupakan protein yang di sintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi
yang berlangsung didalamnya. Beberapa hal yang perlu dipelajari yaitu: jenis
enzim, jenis mikroba, komposisi media, dan aktivitas enzim yang bersangkutan.
Ada
beberapa hal yang menghambat kerja enzim, yaitu: oksidator, keadaan polaritas
larutan, dan tekanan osmotis yang abnormal. Aktivitas spesifik enzim merupakan
parameter reaksi enzim yang dapat menggambarkan daya kerja enzim yang
bersangkutan.
Tujuan
Praktikum Biokimia Dasar melaksanakan praktikum sebanyak
empat judul yaitu protein dan asam amino, karbohidrat, lipida, enzim, dimana
setiap judul praktikum tersebut mempunyai tujuan masing-masing, dimana setiap
judul praktikum tersebut mempunyai tujuan masing-masing.
Adapun tujuan pada praktikum biokimia dasar yang berjudul
protein dan asam amino adalah pertama, pada kelarutan asam amino yang bertujuan
untuk melihat daya larut berbagai asam amino dalam pelarut. Pelarut yang
berbeda kedua, uji ninhidrin yang bertujuan untuk mengidentifikasi asam
α-amino. Dan yang terakhir adalah uji millon yang brtujuan untuk
mengidentifikasi asam amino yang mengandung gugus fendik (tirosin).
Pada praktikum mengenai karbohidrat tujuannya adalah untuk
mengetahui terjadinya fermentasi yang dilakukan oleh sel ragi, untuk menguji
adanya karbohidrat dari beberapa bahan yang diuji secara umum.
Pada
praktikum Lipida ini, sub materi yang dipraktikumkan minggu ini ada dua.Pertama
pada daya kelarutan lipida, ini bertujuan untuk melihat daya larutan lipida dan
asam-asam lemak dalam berbagai pelarut.Kedua, pada praktikum emulsi dari lemak
bertujuan untuk mengamati keadaan emulsi dari lemak dan zat yang bertindak
sebagai emulgatur.
Pada
praktikum mengenai enzim tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh enzim
papain dalam krim santan kelapa untuk menghasilkan minyak, dan juga untuk
mengetahui volume dan mutu dari minyak yang dihasilkan.
Manfaat
Adapun
manfaat dilaksanakannya praktikum Biokimia ini adalah: pada praktikum mengenai
protein dan asam amino adalah mahasiswa dapat melihat daya larut berbagai asam
amino dalam pelarut-pelarut yang berbeda, dan mengindentifikasi mengidentifikasi asam α-amino.
Pada praktikum mengenai karbohidrat
manfaatnya adalah agar mahasiswa mengetahui fermentasi yang dilakukan sel ragi,
mengetahui adanya karbohidrat dari berbagai bahan yang diuji.
Pada praktikum mengenai lipida manfaatnya
adalah mahasiswa dapat melihat daya kelarutan lipida dan asam-asam lemak dalam
berbagai pelarut, dan mengetahui emulsi dari lemak dan zat yang bertindak
sebagai emulgator.
Pada
praktikum mengenai enzim manfaatnya adalah kita dapat mengetahui pengaruh kerja
enzim papain dalam krim santan kelapa untuk menghasilkan minyak.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Abas (2000) Semua asam amino, atau peptida yang mengandung 2
amino bebas akan bereaksi dengan ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna
biru-ungu. Namun, prolin dan hidroksi prolin menghasilkan senyawa berwarna
kuning.
Anwar M (2001), bahwa asam amino merupakan satuan penyusun
protein, berdasarkan rumus bangunnya asam amino dapat dipandang sebagai turunan
asam karboksilat, yang satu atom hidrogennya digantikan oleh gugus amino.
Argham(2001) Kelarutan protein didalam suatu cairan,
sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu,
kekuatan ionik dan konstanta dielektrik pelarutnya.
Conway (2007),Pada percobaan ninhidrin didapat hasil yaitu
asam amino berupa ahnin setelah di panaskan
dengan campuran ninhidrin pada penangas air warnanya berubah menjadi
biru pekat. Hal ini juga disesuaikan dengan pendapat yang menyatakan bahwa asam
amino yang dipisahkan direaksikan dengan ninhidrin untuk mengahsilkan warna
biru – ungu.
Jaru Anwar (2001), menyatakan bahwa asam amino adalah
senyawa anorganik yang mengandung gugus karboksil dengan demikian mempunyai
sifat asam-basa.
Novita (2009) uji ninhidrin adalah uji umum untuk protein
dan asam amino .Ninhidrin dapat mengubah
asam amino menjadi suatu alhdehida.
(Poedjiadi 2004), Kelarutan protein di dalam suatu cairan,
sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu,
kekuatan ionik dan konstanta dielektrik pelarutnya.Protein seperti asam amino
bebas memiliki titik isoelektrik yang berbeda-beda.
(Rahani,2002),Protein bersifat amfoter, yaitu dapat bereaksi
dengan larutan asam dan basa. Daya larut protein berbeda di dalam air, asam,
dan basa; ada yang mudah larut dan ada yang sukar larut.Namun, semua protein
tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter dan kloroform.
Riawan (2000) protein memiliki molekul besar dengan berat
molekul yang bervariasi antara 5000
hingga jutaaan dengan hidrolisis oleh asam atau oleh enzim protein akan
mengahasilkan asam amino, ada 20 jenis asam amino yang terdapat pada molekul
protein.
Santoso (2008) yang menyatakan bahwa ninhidrin bereaksi
dengan asam amino bebas dan protein menghasilkan warna biru.
Nelson (2009), produk utama karbohidrat adalah
karbondioksida, hidrogen, metan, asam lemak rantai pendek yang mudah menguap.
Karbohidrat
menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan
karbohidrat seperti layaknya seperti mesin mobil menggunaka bensin. Glukosa,
karbohidrat yang peling sederhana mengalir dalam alran darah sehingga tersedia
begi seluruh sel tubuh, sel-sel tubuh tersebut menyetop gukosa dan mengubahnya
menjadi tenaga untuk menjalankan sel-sel tubuh (Anonim 2008)
Pada
sel-sel nonfotosintetik akumulasi glukosa dan fruktosa banyak dijumpai. Pada beberapa
spesies rumput –rumputan dan sedikit jenis tumbuhan dikotil pati bukan
merupakan produk fotosintesis yang banyak dijumpai pada daun dan batangnya,
tetapi pada akar dan bijinya yang terakumulasi adalah pati. Sukrosa merupakan
senyawa ppenting yang terkandung dalam jumlah yang besar didalam tumbuhan
sukrosa berfungsi sebagai sumber energi pada sel fotosintetik dan dapat
ditranslokasikan melalui pembuluh floem ke jaringan yang sedang tumbuh
(Lakitan, 2007)
Dalam
karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk menentukan kandungan yang terdapat
dalam karbohidrat tersebut. Salah satu test yang dilakukan untuk menentukan ada
tidaknya karbohidrat adalah tes Molisch. Ketika ada beberapa larutan yang tidak
dikenal secara pasti bahwa larutan tersebut mengandung karbohidrat atau tidak,
tes ini bisa dilakukan untuk menentukan adanya kandungan karbohidrat. Larutan
yang bereaksi positif akan memberikan cincin yang berwarna ungu ketika
direksikan dengan alphanaftol dan asam sulfat pekat. Diperkirakan, konsentrasi
asam sulfat pekat bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula
untuk membentuk furfural dan turunannya yang kemudian dikombinasikan dengan
alphanaftol untuk membentuk produk berwarna (Pratana, 2003).
Percobaaan
peragian dilakukan untuk menentukan gula yang dapat difermentasikan. Pada
percobaan ini, setelah larutan karbohidrat ditambahkan dengan suspensi ragi dan
didiamkan selama 1 jam dalam tabung fermentasi, muncul gelembung-gelembung CO2
pada larutan tersebut. Selain muncul gelembung-gelembung CO2, dari larutan
tersebut dapat dicium bau alkohol. Keadaan ini menunjukkan bahwa merupakan
karbohidrat yang dapat mengandung gugus gula yang dapat difermentasikan
(Wahjudi, 2003).
Dalam karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk
menentukan kandungan yang terdapat dalam karbohidrat tersebut. Salah satu test
yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah tes Molisch.
Ketika ada beberapa larutan yang tidak dikenal secara pasti bahwa larutan
tersebut mengandung karbohidrat atau tidak, tes ini bisa dilakukan untuk
menentukan adanya kandungan karbohidrat. Larutan yang bereaksi positif akan
memberikan cincin yang berwarna ungu ketika direksikan dengan alphanaftol dan
asam sulfat pekat. Diperkirakan, konsentrasi asam sulfat pekat bertindak
sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula untuk membentuk furfural dan
turunannya yang kemudian dikombinasikan dengan alphanaftol untuk membentuk
produk berwarna (Pratana, 2003).
Jhonson (2002),menyatakan bahwa enzim yang berperan dalam
ekstraksi
minyak
kelapa adalah erzim yang menghidrolisis makro molekul karbohidrat dan protein
(proteolitik).
Atmakusumah (2001), menyatakan bahwa apabila pada larutan
terdapat gelembung-gelembung gas itu berarti larutan tersebut mengandung
karbohidrat dan jika larutan tersebut tidak mengalami reaksi gelernbung gas
maka itu artinya larutan itu tidak mengandung karbohidat.
Aleksaabert (2002), yang menyatakan bahwa pada uji percobaan
kelarutan dan percobaan molisch Amilum dan Glukosa yang ditambatrkan Alfanatol
dan
Asam sulfat hasilnya akan terbentuk cincin yang berwama ungu
pada dasar tabung yang mana itu membuktikan arnilum dan glukosa mengandung
karbohidrat.
E, Jhon (2005), menyatakan bahwa uii millon digunakan untuk
menentukan larutan berwarna atau endapan merah.
F.iksons (2008), yang menyatakan bahwa pati direaksikan
dengan larutan iod maka menghasilkan pati biru dan apabila glikogen dan pati
terhidrolisis sebagian akan membentuk warna merah-coklat.
Hartadi (2001), menyatakan bahwa karbohidrat yang penyusun
utamanya glukosa, lalu dioksidasi menjadi monosakarida atau disakarida lain
atau disimpan sebagai cadangan makanan sebagai glikogen.
H, Karts Charick (2004), menyatakan bahwa pada tanaman
rumputan tropic seperti tebu senyawa pertam dihasilkan dari fraksi CO2 bukan 3-
P gliserat melainkan senyawa karbiksilat beratom C 4 buah.
Karlson (2001), menyatakan bahwa pada sakarida dapat
mengandung hanya satu jenis unit monosakarida (homo polisakarida) seperti pati,
glikogen, selulosa kitin (beberapajenis monosakarida heteropolisakarida) dan
insulin.
Montgomery (2009), menyatakan bahwa ekstrak ragi (bebas sel)
mempunyai kemampuan untuk mengubah glukosa menjadi etanol.
Manion (2001), yang menyatakan bahwa cincin tersebut disebut
cincin ungu senyawa kompleks.
Michael (2006), menyatakan bahwa ketosa dapat dihidrasi
lebih cepat daripada aldosa sehingga diperoleh turunan furfural yang
selanjutnya berkondensasi dengan resorsinol membentuk kompelks merah.
Nuryani (2005), yang menyatakan bahwa apabila beberapa
monosakarida seperti glukosa fruktosa dan manosa diragikan maka akan terbentuk
etil alcohol dan CO2.
Roogers (2000), meyatakan bahwa apabila asam sulfat (K2SO4)
pekat akan menghidrolisis ikatan glikosida (dari polisakarida) maka akan
dihasilkan monosakarida yang serlanjutnya terjadi dehidrasi menjadi furfural
dan turunanya.
Berbagai senyawa yang termasuk kelompk karbohidrat mempunyai
molekul yang berbeda-beda ukurannya, yaitu dari senyawa yang sederhana yang
memiliki berat molekul 90 hingga senyawa yang memiliki berat molekul 500.000
bahkan lebih. Berbagai senyawa tersebut dibagi kedalam tiga golongan, yaitu
golongan monosakarida, golongan olisakarida, dan golongan polisakarida.
Monosakarida terdiri atas beberapa atom saja dan tidak dapat diuraikan secara
hidrolisis dalam kondisi lunak menjadi karbohidrat lain. Monosakarida yang
paling sederhana ialah gliseraldehida dan dihidroksiaseton. Gliseraldehide
dapat disebut aldotriosa karena terdiri atas 3 karbon dan mempunyai gugus
aldehide. Dihidroksiaseton dinamakan ketotriosa karena terdiri atas 3 atom
karbon dan mempunyai gugus keton (Supriyanti, 2005).
Monosakarida memiliki beberapa jenis yaitu glukosa,
merupakan suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstroksa karena mempunyai
sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi kearah kanan, glukosa terdapat pada
buah-buahan, madu lebah, dalam darah manusia. Didalam dunia perdagangan dikenal
sirup glukosa, yaitu suatu larutan glukosa yang sangat pekat, sehingga
mempunyai viskositas atau kekentalan yang tinggi. Sirup glukosa ini diperoleh
dari amilum melalui proses hidrolisis dengan asam. Monosakarida lainnya adalah
fruktosa, fruktosa terdapat pada madu lebah. Fruktosa merupakan suatu
ketohektosa yang mempunyai sifat memutar kekiri dan karenanya disebut levulosa.
Fruktosa memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan glukosa dan
sukrosa. Monosakarida yang jarang terdapat bebas dialam adalah galaktosa, yang
umumnya berikatan dengan galaktosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang
terdapat dalam susu (Poedjiadi, 2005).
Oligosakarida merupakan senyawa yang terdiri atas dua buah
atau lebih monosakarida yang dengan pengaruh asam senyawa ini dapat mengalami
hidrolisa menjadi bentuk-bentuk monosakarida penyusunnya. Oligosakarida
merupakan karbohidrat yang bila dihidrolisis menghasilkan tiga hingga sepuluh
monosakarida. Bila senyawa ini terdiri dari dua monosakarida penyusun, disebut
disakarida, dan apabila terdiri dari tiga penyusun disebut trisakarida, apabila
terdiri dari empat penyusun disebut tetraosa dan demikianlah seterusnya.
Contohnya adalah sebagai berikut ini; stakiosa, sukrosa, sakarosa, maltosa, dan
laktosa (Ronditasyah, 2009).
Herikson (2003), menyatakan bahwa
biokatalis yang sangat efisien dan asam lemak berfungsi sebagai bahan bakar
metabolik dan pembangunan untuk lipid lain.
Brians (2001), menyatakna bahwa
lipida menggunakan komponen sel atau jaringan terdiri atas beraneka ragam
senyawa sebagian besar hanya larut dalam pelarut organik seperti eter,
kloroform, dan benzen.
Jhoq Kimball (2001), menyatakan
bahwa lipid adalah zat organik yang sangat hidrofobik yang berarti bahwa
zat-zat tersebut sukar/sam sekali tidak larut dalam air.
Ansell (2001), yang menyatakan bahwa
lipid merupakan asam lemak biasanya zat tersebut tidak larut dalam air akan
tetapi larut dalam pelarut non polar yaitu eter, chloroform, benzene.
Ekanarmi (2000), menyatakan bahwa
lipida (lemak) bahan baku merupakan penyusun fosfolipid suatu jenis lipid yang
merupakan penyusun membran sel organisme, salah satu contoh senyawa fosfolipid
adalh lesitin yang terdapat dalam otak danjaringan saraf,
Yuris, Brin (2000), menyatakan bahwa
emulsi merupakan sediaan yang mengandung zat yang tidak dapat bercampur
biasanya terdiri meinyak dan air dimana cairan yang satu terdispersi menjadi
butir-butir kecil dalam cairan yang
Yuntus (2001), menyatakan bahwa emulsi
merupakan sediaan yang obat cair atau larutan obat yang terdispersi dalam
cairan pembawa dan distabilkan oleh zat pengemulsinya atau surfaktan yang
cocok.
Zandrius (2001), menyatakan bahwa
sifat fisik lipid adalatr tidak dapat larut dalam air tetapi larut dala
satu/lebih pelarut organik misalnya eter, kloroform, benzen, dan sering disebut
pelarut lemak. Ada hubungan dengan asep lemak dan estery mempunyai kemungkinan
untuk digunakan oleh makhluk hidup.
Ftanley (2005), menyatakan bahwa
terjadinya emulsi tidak stabil dikarenakan larutan tersebut adanya lemak dan
air sedangkan emulgatornya didalam larutan tidak terdapat (ada) karena semua
tabung tersebut emulsi tidak stabil.
Weinberg (2003), menyatakan bahwa
lipid dikandung oleh organisme adalah lemak yaitu ester-ester dan gliserol
asam-asam (asam karboksil dengan rantai alkoholnya yang panjang).
(Alfi Darwis, 2011) Kelompok-kelompok besar dari lipid
mempunyai sifat kelarutan yang berbeda-beda dan sifat ini dugunakan untuk
ektraksi dan pemisahan dari bahan biologis. Endapan yang terjadi adalah
lesitin(fosfolipid). Lesitin atau fosfatidilkolin adalah senyawa fosfogliserol
yang mengandung kolin (lesitin mengandung gliserol, asam lemak, asam fosfat,
dan kolin).Senyawa ini adalah fosfolipid kolin terdapat dengan jumlah terbanyak
di dalam membran sel dan menunjukkan proporsi simpanan kolin yang besar pada
tubuh. Kolin sangat penting dalam proses transmisi saraf dan sebagai simpanan,
gugus metil yang labil. Lesitin dapat diperoleh dari kuning telur.Pemisahan fosfatidilkolin
dari lemak dan kolesterol dilakukan dengan pelarut eter dan aseton.Lesitin
memiliki gugus kolin yang bermuatan positif sehingga lebih larut dalam eter dan
kurang larut dalam aseton.Hal ini disebabkan eter memiliki elektron bebas yang
dapat diserang oleh muatan positif dari kolin sehingga kolin lebih larut dalam
eter daripada aseton yang tidak memiliki elektron bebas.Filtrat yang diperoleh
dari penyaringan lesitin (eter-aseton) diuapkan diatas waterbath hingga
menghasilkan suatu pasta.
(Murray 2006) Lemak lebih banyak ditemukan pada hewan, dan
minyak lebih banyak diperoleh dari tumbuh- tumbuhan.Lipid digolongkan kedalam
lipid sederhana dan lipid majemuk.Lipid sederhana contohnya adalah lemak,
minyak, dan lilin atau wax.Sedangkan lemak majemuk contohnya seperti
fosfolipid, sfingolipid, lipoprotein, dan isoprenoid.
(Priadi 2009) Lipid atau masyarakat
sering menganggapnya sebagai lemak adalah senyawa organik yang tidak dapat
larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik (nonpolar), seperti: kloroform,
eter, dan minyak tanah. Molekul lemak tersusun dari unsur-unsur C, H, O, dan
terkadang terdapat unsur P dan N. Lemak umumnya disusun oleh trigliserida
(lemak netral) yang terdiri atas gliserol dan tiga asam lemak.Berdasarkan
tingkat kejenuhannya, asam lemak dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu asam
lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang
tidak mengandung ikatan rangkap.Misalnya asam palmitat dan asam stearat yang
terdapat pada lemak hewani.Sedangkan asam lemak tak jenuh adalah asam lemak tak
jenuh adalah asam lemak yang mengandung ikatan rangkap.Misalnya, asam oleat dan
asam linoleat yang terdapat pada lemak nabati.
(Roswiem 2006) Kolesterol adalah salah satu jenis lipid yang
digolongkan ke dalam isoprenoid yang merupakan jenis steroid.Kolesterol adalah
molekul penting pada hewan yang berfungsi sebagai komponen membran sel,
prekursor biosintesis hormon steroid, Vitamin D, dan garam empedu.Kolesterol
mempunyai 2 gugus metil yang terikat pada atom C-13 dan C-10 dengan ikatan
rangkap.Rantai cabang hidrokarbon terikat pada atom C-17, sedangkan gugus
fungsionil hidroksil terletak pada atom C-3. Kolesterol disimpan di dalam sel
sebagai ester asam lemak yang dihasilkan dari reaksi esterifikasi oleh enzim
asetil KoA: Kolesterol asiltransferase (ACAT) di sitoplasma.
(Salirawati et al,2007) Lipid
adalah senyawa yang merupakan ester dari asam lemak dengan gliserol yang
kadang-kadang mengandung gugus lain. Lipid tidak larut dalam air, tetapi larut
dalam pelarut organic se[erti eter, aseton, kloroform, dan benzene.
(Salirawati et al,2007) Lemak
digolongkan berdasarkan kejenuhan ikatan pada asam lemaknya.Adapun
penggolongannya adalah asam lemak jenuh dan tak jenuh.
(Sunita, Almatsier. 2005). Istilah
lipida meliputi senyawa-senyawa heterogen, termasuk lemak dan minyak yang
umumnya dikenal dalam makanan, malam, fosfolipida, sterol, dan ikatan lain
sejenis yang terdapat di dalam makanan dan tubuh manusia. Lipida mempunyai
sifat yang sama yaitu larut dalam pelarut nonpolar seperti etanol, eter,
kloroform, dan benzena.
(Syamsu 2007) HCl yang ditambahkan akan menyumbangkan
ion-ion hidrogennya yang dapat memecah unsur lemak sehingga terbentuk lemak
radikal bebas dan hidrogen radikal bebas. Kedua bentuk radikal ini bersifat
sangat reaktif dan pada tahap akhir oksidasi akan dihasilkan peroksida.
Jameso Brends (2000), menyatakan bahwa enzim sebagai
katalisator karena enzirn sebagai suatu zat yang dapat mempercepat reaksi kimia
tanpa ikut atau muncul dalam hasil reaksi.
Jhonson (2002), menyatakan bahwa enzim yang berperan dalam
ekstraksi minyak kelapa adalah enzim yang menghidrolisis makro molekul
karbohidrat dan protein (proteolitik).
Reybred (2003), menyatakan bahwa enzim merupakan
biokatalisator dengan spesifisitas dan efisiensi tinggi.
Stone (2003), menyatakan bahwa keuntungan memproduksi enzim
dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah dapat diproduksi dalam
waktu singkat serta mudah dikontrol.
Vones (2002), menyatakan bahwa aktivitas spesifik enzim
merupakan parameter reaksi enzim yang dapat mengambarkan daya kerja enzim yang
bersangkutan.
Wandi (2003), menyatakan bahwa hal yang perlu diperhatikan
karena enzim merupakan protein biokatalisator yaitu daya tahan pada pH, suhu,
dan lingkungan lain dengan kisaran yang tidak terlalu besar sehingga pemakaian
buffer dan pemilihan faktor lingkungan yang tepat penting diperhatikan.
Wibowo (2001), yang menyatakan bahwa pada penambahan getah
buah pepaya muda dengan krim santan kelapa jika dicampur antara yang dengan
yang lain maka dari warna rasa dan baunya akan jauh berubah dari awalnya.
BAB III
MATERI DAN METODA
Waktu dan Tempat
Praktikum
biokimia ini dilaksanakan setiap hari seni dimulai dari tanggal 16 Maret 2015
sampai dengan 16 April 2015 pada pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai
bertempat di Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Jambi.
Materi
Adapun
alat dan bahan yang digunakan pada praktikum bbiokimia ini adalah dalam
praktikum Protein dan Asam Amino ialah tabung reaksi, gelas beker, sendok
penggaduk, pipet tetes, gelas ukur, Erlenmeyer, pembakar bunzen, penjepit
tabung reaksi, rak tabung reaksi, larutan HCl, NaOH, Etanol, kloroform, air,
asam amino (glisin, lisin, glutamate, alanin), Ninhidrin.
Pada
praktikum mengenai karbohidrat alat dan bahannya yaitu:tabung reaksi, tabung
fermentasi, pipet tetes, larutan monosakarida, ragi, NaOH, aquades, larutan
iod, pati nanas, pati ubi kayu dan santan.
Materi
yang digunakan pada praktikum lipid ini ialah pada percobaan daya kelarutan
lipida materi yang digunakan adalah keju, margarin, minyak zaitun sebanyak
masing masing 1 ml, air biasa 1 ml, 1 ml atanol, tabung reaksi, kertas saring,
spatula, penjepit tabung dan lesitin telur. Sedangkan pada percobaan emulsi
dari lemak materi yang digunakan minyak zaitun, minyak kelapa, hcl encer, soda,
tabung reaksi, air, dan spatula.
Alat
dan bahan yang digunakan pada praktikum enzim yaitu: beker glass, gelas ukur,
corong, thermometer, Erlenmeyer, botol inkubasi, pipet tetes, pengaduk,
spatula, krim santan kelapa, getah buah papaya muda, aquades, alcohol,
fenopitalin, NaOH, dan KOH.
Metoda
Adapun metoda yang digunakan pada
praktikum Protein dan Asam Amino,
Kelarutan Asam Amino cara kerjanya yaitu :Siapkan 5 buah tabung reaksi yang di
isi dengan pelarut : HCL, NaOH, etanol, klorofrom dan air (masing- masing 3
ml). Larutkan 0,5 gram asam amino ke dalam masing-masing pelarut tersebu
gunakan pengaduk bila pertu catat bagaimana hasilnya dan bagaimana kesimpulan
saudara
Uji Ninhidrin cara
kerjanya yaitu :Masukan 2 ml asam amino yang akan diidentifikasi ke dalam tabng
reaksi denan pH netral. Tambahkan pereaksi Ninhidrin. Didihkan selama 2 menit
dalam penangas air. Amati wama hasil reaksi tersebut dan simpulankan hasil
pengamatan anda.
Pada praktikum mengenai karbohidrat cara kerjanya adalah:
pada percobaan peragian pertama masukkan glukosa ke dalam tabung reaksi,
kemudian tambahkan sedikit ragi,setelah itu tunggu selama 5 menit,kemudian
tambahkan sedikit ragi,setelah itu tunggu selama 5 menit kemudian masukkan 2
tetes NaOH. Pada tabung reaksi lainnya lakukan percobaan yang sama tanpa
menggunakan ragi.
Pada percobaan kedua yaitu uji iod:pertama masukkan larutan
glukosa sebanyak 10 tetes kemudian tambahkan 1 ml pati ubi kayu, 1 ml pati pati
nanas, dan 1 ml santan, dan 1 ml aquades pada setiap tabung reaksi.Diamkan
selama 5 menit kemudian tambahkan dua tetes larutan NaOH pada setiap tabung
reaksi, diamkan selama 5 menit selanjutnya tambahkan dua tetes iod dan amati
perubhan apa yang terjadi pada setiap tabung reaksi.
Adapun
prosedur kerja pada praktikum lipida :
pada percobaan daya kelarutan lipida, siapkan 3 tabung reaksi masing masing isi
dengan keju, margarin, dan minyak zaitun sebanyak 1 ml. lalu tambahkan 1 ml
air. Pada tabung yang berisi margarin panaskan terebih dahulu setelah ditambahkan
air, homogenkan dan amati. Lalu teteskan dikertas saring lalu amati transparasi
dan penyebarannya.
Setelah
itu 3 buah tabung reaksi masing masing masukkan keju, margarin, minyak zaitun 1
ml. tambahkan 1 ml etanol dan homogenkan lalu tambah air , dan amati .
kemudian, siapkan 3 buah tabung reaksi. Pada tabung pertama, isi 3 ml air,
tambahkan 2 tetes minyak zaitun, homogenkan dan tambah 2 tetes lesitin telur.
Tabung kedua isi 3 ml air, tambah 2 tetes minyak zaitun homogenkan tambah lagi
2 tetes minyak zaitun.
Adapun
prosedur kerja pada emulsi dari lemak, siapkan 4 buah tabung reaksi isi air 5
ml. tabung pertama tambahkan 1 tetes minyak zaitun,homogenkan dan tambah HCL
encer. Tabung kedua tambah minyak keapa, homogenkan 1 tetes HCL encer.Tabung
ketiga, tambahkan minyak zaitun homogenkan dan tambah 1 teets soda.Tabung
keempat tambahkan minyak kelapa, homogenkan dan tambahkan 1 tetes soda.Amati
masing masing perbedaan pada tabung reaksi.
Prosedur
kerja pada praktikum enzim ini ialah: siapkan 3 buah wadah tabung reaksi,
tabung pertama berisi parutan buah papaya muda yng telah dihaluskan. Tabung
kedua berisi getah papaya dank rim santan kelapa. Lalu tabung ketiga berisi
krim santan kelapa. Setelah semua tabung berisi, amati bau, warna, dan rasa
pada masing-masing tabung. Catat hasil pengamatannya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.Protein
dan Asam Amino
Protein merupakan makromolekul terbanyak yang dapat ditemui
dalam sel hidup, yang merupakan komponen penting dan utama untuk sel hewan dan
sel manusia. Protein dapat diisolasi dari seluruh sel ke bagian sel. Dalam hal
ini, protein mempunyai peranan penting dalam biologi yang sangat penting,
sebagai zat pembenfuk, transport, katalisataor reaksi kimia, hormon, racun, dan
yang lainnya. Protein ini mempunyai empat fungsi utamanya yaitu untuk
memperbaiki jaringan yang rusak untuk pertumbuhan jaringan baru, sebagai enzim,
dan sebagai hormon. Sifat fisik dan kimia protein tersebut sangat beragam
diantaranya: ukuran, berat molekul, kelarutan, konformasi tiga dimensi, susunan
dan deret asam amino penyusunnya yang sangat mempengaruh semua faktor tersebut.
Kelarutan Asam Amino
Tabel percobaan 1. Kelarutan Asam Amino
|
Larutan
|
Warna
|
Endapan
|
Campuran
|
|
HCl + Tirosin
|
Bening
|
Ada endapan
|
Tidak homogen
|
|
NaOH+ Tirosin
|
Bening
|
Ada endapan
|
Tidak homogen
|
|
Etanol + Tirosin
|
Bening
|
Ada endapan
|
Tidak homogen
|
|
Air + Tirosin
|
Bening
|
Ada endapan
|
Tidak homogen
|
|
Kloroform +
Tirosin
|
Bening
|
Tidak ada endapan
|
Tidak homogen
|
|
HCl +
Glisin
|
Bening
|
Tidak ada endapan
|
Homogen
|
|
NaOH+ Glisin
|
Bening
|
Tidak ada endapan
|
Homogen
|
|
Etanol + Glisin
|
Bening
|
Ada endapan
|
Tidak homogen
|
|
Air + Glisin
|
Bening
|
Tidak ada endapan
|
Homogen
|
|
Kloroform +
Glisin
|
Bening
|
Tidak ada endapan
|
Tidak homogen
|
Dari kegiatan praktikum yang telah di lakukan maka di
dapatkan hasil setelah di masukkan ke dalam reaksi ciran NaOH di
campur dengan larutan asam amino tirosin, bahwa hasilnya cairan atau
larutan berwarna putih kekeruhan dan tidak semuanya larutan larut dalam larutan
tersebut, ini sesuai dengan pendapat (Rahani,2002). Protein bersifat amfoter,
yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam dan basa. Daya larut protein berbeda
di dalam air, asam, dan basa; ada yang mudah larut dan ada yang sukar
larut.Namun, semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter dan
kloroform.
Asam amino adalah penyusun protein, yaitu asam organic yang
mengandung gugus amino (-NH2) di samping gugus karboksitlat (-COOH),Asam amino
yang terdapat di alam selalu berupa asam amino alpa , artinya gugus –NH2 selalu
terikat pada atom C- alpa ,yaitu atom C di dekat gugus COOH .asam amino yang di
kenal banyak sekali tetapi hanya 20 jenis yang termasuk penyusun protein alami.
Hal ini sesuai dengan pendapat Anwar M (2001), bahwa asam amino merupakan
satuan penyusun protein, berdasarkan rumus bangunnya asam amino dapat dipandang
sebagai turunan asam karboksilat, yang satu atom hidrogennya digantikan oleh
gugus amino.
Larutan HCl yang di masukkan di dalam tabung reaksi ,
larutan HCl sama sekali tidak larut, HCl di atas tirosin di bawah atau di
dasar.
Larutan etanol yang di masukkan ke dalam tabung reaksi ,
larutan etanol sedikit terlarut dan
larutan asam amino tirosin lebih banyak terdapat di dasar.
Setelah melakukan percobaan pada uji kelarutan asam amino
maka didapat hasilnya yaitu setelah etanol, HCl, NaOH, dan air dicampurkan
dengan asam amino yaitu glisin sebanyak 60 tetes maka senyawa pada pencampuran
zat tersebut tetap seperti semula tidak ada perubahan warna tetapi pada saat
asam amino diteteskan sebanyak 60 tetes
kedalam tabung yang berisi HCl, NaOH, etanol, dan air terjadi suatu
pelarutan sehingga pencampuran kedua tersebut tampak berminyak. Itu terjadi
karena adanya proses pelarutan antara larutan asam amino glisin dengan HCl,
NaOH, aquades, dan etanol. Namun pada tabung hasil pencampuran air dengan
glisin, permukaan larutan tersebut bahwa asam amino yang dalam larutan air akan
mengion dan dapat bersifat asam dan basa berwarna biru kehijauan. Jaru Anwar
(2001), menyatakan bahwa asam amino adalah senyawa anorganik yang mengandung
gugus karboksil dengan demikian mempunyai sifat asam-basa.
Uji Ninhidrin
Reaksi ninhidrin dapat dipakai untuk penentuan kuantitatif
asam amino. Dengan memanaskan campuran asam amino dan ninhidrin, terjadilah
larutan berwarna ungu yang identitasnya dapat ditentukan dengan cara
spektrofotometri. Uji Ninhidrin merupakan uji warna pada protein dengan
membentuk larutan berwarna ungu akibat adanya gugus amino bebas. Semua asam amino dan peptida
yang mengandung gugus α-amino bebas memberikan reaksi ninhidrin yang positif.
Reaksi positif, tyrosin mengandung gugus
amino bebas, ditandai dengan warna larutan ungu setelah dipanaskan.
Tabel
Uji Ninhidrin
|
Asam Amino
|
Waktu Setelah Pencampuran
|
Waktu
|
Warna Setelah di Panaskan
|
|
Glisin
|
Ungu
|
01:08:53
|
Ungu Pekat
|
|
Tirosin
|
Bening
|
01:02:95
|
Ungu Tua
|
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan tentang uji
ninhidrin dapat dibuktikan bahwa ninhidrin senyawa oksidator kuat bereaksi
dengan triptofan dan tyrosin karena ph dari protein tersebut mencapai 4-8.
Argham(2001) Kelarutan protein didalam suatu cairan, sesungguhnya sangat
dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan
konstanta dielektrik pelarutnya, pendapat ini juga didukung oleh pendapat
(Poedjiadi 2004), yaitu Kelarutan protein di dalam suatu cairan, sesungguhnya
sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik
dan konstanta dielektrik pelarutnya. Protein seperti asam amino bebas memiliki
titik isoelektrik yang berbeda-beda.
Sedangkan pada
glisin, histidin, dan tirosin. perubahan warna yang terjadi menunjukan bahwa
asam-asam amino ini bereaksi dengan ninhidrin, hal ini sesuai dengan pendapat
Santoso (2008) yang menyatakan bahwa ninhidrin bereaksi dengan asam amino bebas
dan protein menghasilkan warna biru. Dan juga spendapat dengan Abas(2000) Semua
asam amino, atau peptida yang mengandung 2 amino bebas akan bereaksi dengan
ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna biru-ungu. Namun, prolin dan
hidroksi prolin menghasilkan senyawa berwarna kuning.
Reaksi yang paling
umum digunakan untuk analisis kualitatif protein dan produk hasil
hidroplisisnya. Reaksi ninhidrin dapat pula dilakukan terhadap urin untuk
mengetahui adanya asam amino atau mengetahui adanya pelepasn protein oleh
cairan tubuh.
Menurut Novita (2009) uji ninhidrin adalah uji umum untuk
protein dan asam amino.Ninhidrin dapat mengubah asam amino menjadi suatu
aldehida.Ninhidrin dilakukan dengan menambahkan beberapa tetes larutan
ninhidrin yang terlihat tidak warna kedalam sampel, kemudian dipanaskan
beberapa menit.Adanya protein ditandai dengan adanya perubahan warna ungu.
Sedangkan menurut Riawan (2000) protein memiliki molekul besar dengan berat
molekul yang bervariasi antara 5000 hingga jutaan dengan hidrolisis oleh asam
atau oleh enzim protein akan menghasilkan asam amino, ada 20 jenis asam amino
yang terdapat dalam molekul protein.
Pada percobaan ninhidrin didapat hasil yaitu asam amino
berupa glisin setelah di panaskan dengan
campuran ninhidrin pada penangas air warnanya berubah menjadi biru pekat. Hal
ini juga disesuaikan dengan pendapat Conway (2007) yang menyatakan bahwa asam
amino yang dipisahkan direaksikan dengan ninhidrin untuk mengahsilkan warna
biru – ungu.
B. Karbohidrat
Karbohidrat
menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan
karbohidrat seperti layaknya seperti mesin mobil menggunaka bensin. Glukosa,
karbohidrat yang peling sederhana mengalir dalam alran darah sehingga tersedia
begi seluruh sel tubuh, sel-sel tubuh tersebut menyetop gukosa dan mengubahnya
menjadi tenaga untuk menjalankan sel-sel tubuh (Anonim 2008)
Pada
sel-sel nonfotosintetik akumulasi glukosa dan fruktosa banyak dijumpai. Pada
beberapa spesies rumput –rumputan dan sedikit jenis tumbuhan dikotil pati bukan
merupakan produk fotosintesis yang banyak dijumpai pada daun dan batangnya,
tetapi pada akar dan bijinya yang terakumulasi adalah pati. Sukrosa merupakan
senyawa ppenting yang terkandung dalam jumlah yang besar didalam tumbuhan
sukrosa berfungsi sebagai sumber energi pada sel fotosintetik dan dapat
ditranslokasikan melalui pembuluh floem ke jaringan yang sedang tumbuh
(Lakitan, 2007)
Dalam
karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk menentukan kandungan yang terdapat
dalam karbohidrat tersebut. Salah satu test yang dilakukan untuk menentukan ada
tidaknya karbohidrat adalah tes Molisch. Ketika ada beberapa larutan yang tidak
dikenal secara pasti bahwa larutan tersebut mengandung karbohidrat atau tidak,
tes ini bisa dilakukan untuk menentukan adanya kandungan karbohidrat. Larutan
yang bereaksi positif akan memberikan cincin yang berwarna ungu ketika
direksikan dengan alphanaftol dan asam sulfat pekat. Diperkirakan, konsentrasi
asam sulfat pekat bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula
untuk membentuk furfural dan turunannya yang kemudian dikombinasikan dengan
alphanaftol untuk membentuk produk berwarna (Pratana, 2003).
Percobaaan
peragian dilakukan untuk menentukan gula yang dapat difermentasikan. Pada
percobaan ini, setelah larutan karbohidrat ditambahkan dengan suspensi ragi dan
didiamkan selama 1 jam dalam tabung fermentasi, muncul gelembung-gelembung CO2
pada larutan tersebut. Selain muncul gelembung-gelembung CO2, dari larutan
tersebut dapat dicium bau alkohol. Keadaan ini menunjukkan bahwa merupakan
karbohidrat yang dapat mengandung gugus gula yang dapat difermentasikan
(Wahjudi, 2003).
Tabel
1.
|
No
|
Bahan
|
Waktu
|
|
|
5 menit
|
10
menit+NaOH
|
||
|
1
|
Ragi
|
Ada
gelembung
|
Tidak ada
gelembung
|
|
2
|
Tanpa Ragi
|
Tidak ada
gelembung
|
Tidak ada
gelembung
|
Setelah
dikocok campuran antara larutan monosakarida dengan ragi menghasilkan
gelembung(CO2)) dalam 5 menit pada suhu 30⁰C . kemudian setelah
ditambahkan NaOH pada campuran tersebut sehingga CO2 yang terbentuk
hilang. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Wahjudi, 2003) yang menyatakan bahwa
“Percobaaan peragian dilakukan untuk menentukan gula yang dapat
difermentasikan. Pada percobaan ini, setelah larutan karbohidrat ditambahkan
dengan suspensi ragi dan didiamkan selama 1 jam dalam tabung fermentasi, muncul
gelembung-gelembung CO2 pada larutan tersebut. Selain muncul
gelembung-gelembung CO2, dari larutan tersebut dapat dicium bau alkohol.
Keadaan ini menunjukkan bahwa merupakan karbohidrat yang dapat mengandung gugus
gula yang dapat difermentasikan
(Wahjudi, 2003)”
Uji
iod dugunakan untuk mendeteksi adanya pati (suatu polisakarida) pada percobaan
ini, masing-masing larutan sampel yang telah berisi bahan yang diujikan seperti
pati ubikayu, pati nanas, santan, dan aquades.oleh larutan iod sebanyak 2 tetes
, iod berfungsi sebagai indikator suatu senyawa dalam hal mengidentifikasiannya
setelah beberapa saat pati bahan yang diujikan mengalami perubaha warna.
Tabel
2.
|
No
|
Bahan
|
Waktu
|
||
|
1 menit
|
5 menit
|
10 menit
|
||
|
1
|
Pati Ubi
kayu
|
Putih
|
Putih
|
Ungu
kehitaman
|
|
2
|
Pati Nanas
|
Kuning
|
Kuning
|
Hijau lumut
|
|
3
|
Santan
|
Putih
|
Putih
|
Putih
keunguan
|
|
4
|
Aquades
|
Bening
|
Bening
|
Kuning
|
Perubahan
warna yang terjadi menandakan adanya kandungan zat-zat makanan didalam bahan
yang diujikan dapat dilihat pada tabel 2
uji iod. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Pratana, 2003) yang menyatakan bahwa
“Uji Iod digunakan untuk memisahkan amilum atau pati yang terkandung dalam
larutan. Reaksi positifnya ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi biru.
Warna biru yang dihasilkan diperkirakan adalah hasil dari ikatan kompleks
antara amilum dengan iodin. Sewaktu amilum yang telah ditetesi iodin kemudian
dipanaskan, warna yang dihasilkan sebagai hasil dari reaksi yang positif akan
menghilang. Dan sewaktu didinginkan warna biru akan muncul kembali. Di dalam
amilum sendiri terdiri dari dua macam amilum yaitu amilosa yang tidak larut
dalam air dingin dan amilopektin yang larut dalam air dingin. Ketika amilum
dilarutkan dalam air, amilosa akan membentuk micelles yaitu molekul-molekul
yang bergerombol dan tidak kasat mata karena hanya pada tingkat molekuler
(Pratana, 2003).”
C.Lipida
Daya
kelarutan lemak
Tabel
1:
|
Bahan
|
Hasil
|
|
Keju+air
|
Menyatu
|
|
Margarin+air
|
Memisah
|
|
Minyak zaitun+air
|
Memisah
|
Hasil percobaan pada daya kelarutan lipida dapat dilihat
pada Tabel 1. Yang menjelaskan bahwa
lipida pada umumnya tidak larut dalam air tetapi sedikit larut dalam pelarut
organic. Margarin dan minyak zaitun yang ditambahkan air lalu dihomogenkan
tidak dapat menyatu.Hal ini dikarenakan terhadap kandungan lipida [ada margarin
dan minyak zaitun.
Dalam identifikasi lipida juga dilakukan pengamatan
terhadap noda pada kertas.Hal ini dimaksudkan agar kita dapat mengetahui ada
tidaknya lipid pada sampel percobaan yang dilakukan.
Sesuai dengan pendapat (Riawan, 2008) lemak
berkarakteristik sebagai biomolekul organic yang tidak larut atau sedikit larut
dalam air dan dapat diekstraksi dengan pelarut non polar. Serta sesuai juga
dengan pendapat (Fessenden , 2006) lipid didefenisikan sebagai senyawa organic
yang terdapat dalam alam semesta serta tidak larut dalam air.
Table2 :
|
Bahan
|
Penyebarannya
|
|
Keju
|
Menyatu
|
|
Margarin
|
Memisah
|
|
Minyak zaitun
|
Menyebar
|
Margarin berasal dari lemak hewan dan biasanya mengandung
lebih banyak minyak atau lemak jenuh dibandingkan lemak tak jenuh.Margarin
mengandung sejumlah asam butirat, asam laurat, dan asam molat. Mentega atau
margarin vitamin A,O. protein, dan karbohidrat. Pada setiap bahan yang
dipraktikumkan memiliki penyebaran yang terjadi.
Table 3:
|
Larutan
|
hasil
|
|
Keju + etanol
|
Homogeny
|
|
Margarin + etanol
|
Menggumpal
|
|
Minyk zaitun + etanol
|
Menggelembung
|
|
Minyak zaitun + etanol
|
Gelembung diatas, air diatas
|
Dari bahan yang diujikan , di dapat hasil yang
berbeda-beda kerana pada tiap tiap bahan yang diujikan memiliki sifat kelarutan
yang tidak sama sehingga hasilnya berbeda. Lemak berkarakteristik sebagai
biomolekul organic yang tidak larut atau sedikit larut dalam air dan dapat di
ekstraksi dengan larutan non polar. Dari table diatas,larutan antara larutan
lain berbeda hasil yang di dapat. Yang membuktikan di setiap bahan memiliki
kandungan lemak yang tidak sama. Sesuai dengan pendapat (Salirawati et al,.
2008), bahwa lemak digolongkan berdasarkan kejenuhan ikatan pada asam lemaknya.
Kerana setiap lemak ikatan asam yang berbeda.
Table 4:
|
Larutan
|
hasil
|
|
Air + lesitin telur + minyak zaitun
|
Lesitin terpisah
|
|
Air + miyak zaitun + minyak zaitun
|
Terdapat gelembung
|
Dari table 4 dapat diketahui bahwa ketika air dan lesitin
di campurkan, tidak dapat bersatu. Yang menandakan bahwa lesitin telur
mengandung lemak dan tidak larut dalam air.
Ketika air dan minyak zaitun di homogenkan, maka
terjadilah emulsi.Dan penambahan zat ketiga kembali, memiliki fungsi sebagai
daya aktif permukaan sekaligus bertindak sebagai emulgator.Air dan minyak
merupakan cairan yang tidak saling berbaur tetapi saling ingin terpisah karena
mempunyai berat jenis yang berbeda.
Sesuai dengan pernyataan (Astawan , 2006) yang menyatakan
bahwa air dan minyak merupakan cairan yang tidak saling berbaur karena memiliki
berat jenis yang berbeda. Bahan yang dapat berperan sebagai penegmulsi antara
lain kuning telur, kasein, albumin, atau lesitin seperti yang digunakan pada
praktikum ini.
Table 5:
|
Larutan
|
Hasil
|
|
Air + minyak zaitun + HCL encer
|
Lebih bening
|
|
Air + minyak kelapa + HCL encer
|
Kurang bening
|
|
Air + minyak zaitun + air soda
|
Lebih bening
|
|
Air + minyak kelapa + air soda
|
Kurang bening,minyak diatas larutan lebih terlihat
|
Berdasarkan table 5, dapat disimpulkan bahwa adanya
emulsi. Maka pernyataan ini sesuai dengan pendapat Yustus (2000), yang
menyatakan bahwa jika air dan lemak ternyata tidak stabil saat terjadi emulsi
setelah pengocokan.Sehingga kembali keadaan semula (campuran) setelah di
diamkan sejenak.
D.Enzim
Enzim
dapat di produksi dengan cara mengekstraksi jaringan tanaman atau hewan dan
mikroorganisme. Cara ini memiliki beberapa kelemahan, sehinggga yang
sering dan umum dilakukan adalah cara membiakkan mikroba penghasil enzim yang
dikehendaki pada media tertentu kemudian diektraksi. Keuntungan memproduksi
enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah, dapat di produksi
dalam waktu singkat serta mudah dikontrol. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Stone (2003), menyatakan bahwa
keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih
rendah dapat diproduksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol. Kecepatan
produksi enzim dapat lebih ditingkatkan dengan mengunakan strain mikroba,
induksi mutan dan perbaikan kondisi kultur pertumbuhannya.
Dari praktikum yang telah dilakukan
dan diamati, didapatkan hasil seperti dalam table berikut:
Tabel.1
|
No
|
Nama
|
Warna
Suka Tidak
|
Bau
Suka Tidak
|
Rasa
Suka Tidak
|
|||
|
1.
|
Amin
|
√
|
-
|
-
|
√
|
-
|
√
|
|
2.
|
Idris
|
√
|
-
|
-
|
√
|
-
|
√
|
|
3.
|
Reni
|
√
|
-
|
-
|
√
|
-
|
√
|
|
4.
|
Merry
|
√
|
-
|
-
|
√
|
-
|
√
|
|
5.
|
Fitria
|
√
|
-
|
-
|
√
|
-
|
√
|
Pada Tabel.1 percobaan
yang dilakukan menggunakan kulit papaya, yang mana kita mengamati bau, warna,
dan rasanya. Pada kulit papaya terdapat sedikit getah yang menempel pada bagian
kulitnya. Dan disitu juga terdapat enzim papain meskipun tak banyak. Enzim itu
sendiri merupakan biokatalisator, yang dapat mempercepat reaksi namun tidak
ikut bereaksi. Sama hal nya dengan pernyataan Jameso Brends (2000), yang menyatakan bahwa enzim sebagai
katalisator karena enzirn sebagai suatu zat yang dapat mempercepat reaksi kimia
tanpa ikut atau muncul dalam hasil reaksi.
Pada pengamatan kulit pepaya yang telah dihaluskan, kulit
papaya tersebut memiliki warna yang bagus. Warnanya hijau muda, namun bau dan
rasanya sangat tidak enak sehingga banyak orang tidak suka.
Enzim juga memiliki
spesifikasi tinggi saat bereaksi, seperti pendapat Reybred (2003), yang menyatakan
bahwa enzim merupakan biokatalisator dengan spesifisitas dan efisiensi tinggi.
Tabel.2
Getah papaya dan krim santan
|
No
|
Nama
|
Warna
Suka Tidak
|
Bau
Suka Tidak
|
Rasa
Suka Tidak
|
|||
|
1.
|
Amin
|
√
|
-
|
-
|
√
|
-
|
√
|
|
2.
|
Idris
|
-
|
√
|
-
|
√
|
-
|
√
|
|
3.
|
Reni
|
√
|
-
|
-
|
√
|
-
|
√
|
|
4.
|
Merry
|
√
|
-
|
-
|
√
|
-
|
√
|
|
5.
|
Fitria
|
√
|
-
|
-
|
√
|
-
|
√
|
Pada Tabel.2, dapat dilihat bahwa
penambahan krim santan pada getah papaya dapat sedikit menghilangkan bau tidak sedap
pada getah pepaya itu sendiri.Dari
pengamatan yang telah dilakukan, pada uji Organoleptik terdapat hasil yang
berbeda-beda, hal ini disebabkan karena berbedanya penadapat masing-masing
orang saat dilakukan pengujianPenambahan ataupun pencampuran antara
krim santan dan getah papaya muda, bau yang awalnya tidak sedap pada krim
santan akan berubah menjadi lebih baik dibandingkan dari bau awalnya. Sesuai
dengan pernyataan Wibowo
(2001), yang menyatakan bahwa pada penambahan getah buah pepaya muda dengan krim
santan kelapa jika dicampur antara yang dengan yang lain maka dari warna rasa
dan baunya akan jauh berubah dari awalnya. Tetapi meskipun bau pada krim santan
dan getah papaya muda sedikit berkurang, tetap saja pada percoban kali ini para
praktikan masih saja tidak menyukai bau nya dikarenakan bau yang
menyengat.
Enzim berperan penting dalam mengekstraksi minyak kelapa,
seperti pada pencampuran antara getah papaya muda dank rim santan itu sendiri.
Menurut Jhonson (2002), menyatakan bahwa
enzim yang berperan dalam ekstraksi minyak kelapa adalah enzim yang
menghidrolisis makro molekul karbohidrat dan protein (proteolitik).
Enzim ini diproduksi dengan cara mengekstraksi dari jaringan
tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Di dalam tubuh enzim ini sangat dibutuhkan
oleh jaringan tubuh kita, karena jika tidak ada enzim maka proses reaksi
ditubuh kita akan berjalan lambat. Sebagai parameter dari reaksi enzimatis yang
diketahui dalam penelitian yaitu Kmax dan Vmax yang menyatakan bahwa semakin
murni suatu enzim maka akan semakin tinggi pula spesifik aktifitasnya. Vones
(2002), menyatakan bahwa aktivitas spesifik enzim merupakan parameter reaksi
enzim yang dapat mengambarkan daya kerja enzim yang bersangkutan.
Tabel.3
|
No
|
Nama
|
Warna
Suka Tidak
|
Bau
Suka Tidak
|
Rasa
Suka Tidak
|
|||
|
1.
|
Amin
|
√
|
-
|
√
|
-
|
√
|
-
|
|
2.
|
Idris
|
√
|
-
|
√
|
-
|
√
|
-
|
|
3.
|
Reni
|
√
|
-
|
√
|
-
|
√
|
-
|
|
4.
|
Merry
|
√
|
-
|
√
|
-
|
√
|
-
|
|
5.
|
Fitria
|
√
|
-
|
√
|
-
|
√
|
-
|
Pada Tabel.3 praktikan dituntut
untuk mengamati warna, bau, dan rasa pada krim santan. Krim santan berperan
sebagai penetralisir rasa tidak enak pada getah papaya yang telah dicicipi
sebelumnya.
Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan saat enzim bekerja pada suatu larutan, antara lain seperti: suhu,
pH, serta factor lingkungan di sekitar. Seperti pernyataan Wandi (2003), yang menyatakan bahwa hal yang perlu
diperhatikan karena enzim merupakan protein biokatalisator yaitu daya tahan
pada pH, suhu, dan lingkungan lain dengan kisaran yang tidak terlalu besar
sehingga pemakaian buffer dan pemilihan faktor lingkungan yang tepat penting
diperhatikan.
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Protein dan
asam amino memberikan reaksi yang bersifat khas, bukan hanya bagi gugus amino
dan gugus karboksil bebas, tetapi juga bagi gugus R yang terkandung di
dalamnya. Protein dapat bereaksi dengan pereaksi-pereaksi lain seperti juga
asam amino yang menjadi penyusunnya. Protein dapat mengendap atau terdenaturasi
oleh logam berat, garam-garam anorganik, rusaknya struktur tersier dan
kwartener, serta karena berada pada titik isolistriknya.
Dengan melaksanakan praktikum mengenai kelarutan asam amino,
dapat disimpulkan bahwa Daya larut beberapa asam amino tertentu dapat larut
pada pelarut tertentu, misalnya : glisin dan histidin dapat larut dalam larutan
HCl, NaOH dan Aquades, sedangkan tirosin larut dalam larutan etanol.
Karbohidrat merupakan
kelompok besar senyawa polihidroksialdehida dan polihidroksiketon atau
senyawa-senyawa yang dapat dihidrolisis menjadi polihidroksialdehida atau
polihidroksiketon. Karbohidrat dikelompokkan menjadi empat kelompok penting
yaitu monosa-karida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida.
Fruktosa adalah larutan
yang memiliki warna yang berbeda yaitu merah bata dibandingkan dengan larutan
yang lain yang memiliki warna biru kemerah-merahan. Glukosa, fruktosa, sukrosa,
laktosa, galaktosa, dan maltosa merupakan karbohidrat, ini ditandai dengan
adanya perubahan warna pada larutan
Lipid adalah zat organik yang sangat hidrofobik yang berarti
bahwa zat-zat tersebut sukar/sam sekali tidak larut dalam air.
Sifat fisik lipid adalatr tidak
dapat larut dalam air tetapi larut dala satu/lebih pelarut organik misalnya
eter, kloroform, benzen, dan sering disebut pelarut lemak. Ada hubungan dengan
asep lemak dan estery mempunyai kemungkinan untuk digunakan oleh makhluk hidup.
Enzim merupakan
protein yang disentesis oleh sel hidup untuk mengkatalisasi reaksi yang
berlangsung didalamnya. Oleh karena reaksi yang enzimatis sangat bervariasi,
maka biokatalisator yang dibentuk, jumlah maupun jenisnya tak terhitung
banyaknya. Enzim merupakan biokatalisator dengan spesifikasi dan efisiensi
tinggi. Enzim dapat diproduksi dengan cara mengektraksi dari jaringan tanaman
atau hewan dan mikroorganisme. Hasil uji Organoleptik menghasilkan tanggapan
indera yang berbeda-beda.
Saran
Sebaiknya dalam melakukan praktikum, praktikan harus bisa
memanfaatkan waktu yang telah ditentukan, agar data yang diperoleh lebih
akurat. Dan semoga pada praktikum yang akan datang menjadi lebih baik dan kita
semua bias menjalankan praktikum ini dengan lebih paham lagi, serta menjaga
kebersihan lab.
LAMPIRAN















DAFTAR
PUSTAKA
Amatsier2010.
Metode Fitokimia Terbitan Kedua. Penerbit ITB, Bandung
Anonim 2008. Biologi.
Erlangga, Jakarta.
Lehninger, Albert.L.2000. Dasar-Dasar Biokimia. Jilid I. Jakarta
Lehninger, A.2001.Dasar-dasar Biokimia.Terjemahan Maggy
Thenawidjaya.
Erlangga, Jakarta
Murray
dkk 2009). Biokimia Kedokteran Dasar. Penerbit EGC, Jakarta
Nursholeh. Laporan kuliah. Nursholehfapetunja.blogspot.com.
Pratana, 2003.
Petunjuk Praktikum Biokimia. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Pratana, 2003.
Pengantar Kimia. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Sudarmadji dkk
2007. Biologi Molekuler dan Sel. Erlangga, Jakarta.
Tim penyusun. 2006, Penuntun Praktikum Biokimia Umum, Laboratorium
Biokimia, Universitas Hasanuddin,
Makassar.
Umar,2008. Biologi
Sel. Angkasa, Bandung.
Wahjudi, 2003. Kimia Organik
Edisi Kesebelas, Erlangga, Jakarta.