Minggu, 03 Mei 2015

laporan semesster praktikum biokimia fapet unja



LAPORAN SEMESTER PRAKTIKUM
BIOKIMIA


RENI PUJI ASTUTI (E10014021)
MERY HERLINA WATI  (E10014025)
AMIN NURHIDAYAH (E10014027)
IDRIS ANGGARA TAMPUBOLON (E10014032)
FITRIA HARTININGSIH (E10014051)
A6






FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan anugrahNya kami dapat membuat laporan semester praktikum biokimia dengan baik.
            Laporan ini disusun dari berbagai literatur  yang berhubungan dengan laporan ini.Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen mata kuliah Biokimia dan asdos atas bimbingannya dalam pembuatan laporan ini. Tak lupa juga kami mengucapkan terimakasih kepada teman-teman sekalian.
            Kami menyadari bahwa laporan ini mempunyai kekurangan. Maka untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Agar dalam pembuatan laporan selanjutnya lebih baik lagi.
            Sekian dan terima kasih

Jambi,    April 2015

Penulis









DAFTAR ISI
halaman
KATA PENGANTAR...............................................................................
DAFTAR ISI..............................................................................................
DAFTAR GAMBAR.................................................................................
DAFTAR TABEL......................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................
             Latar Belakang...............................................................................
             Tujuan............................................................................................
             Manfaat..........................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...............................................................
BAB III MATERI DAN METODA.........................................................
              Waktu dan Tempat.......................................................................
              Materi............................................................................................
              Metoda..........................................................................................
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................
BAB IV PENUTUP...................................................................................
              Saran.............................................................................................
  Penutup.........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................................
DAFTAR GAMBAR

























DAFTAR TABEL

























DAFTAR LAMPIRAN

























BAB I
PENDAHULUAN
Latar  Belakang
Biokimia adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses kimia atau reaksi kimia yang terjadi di dalam zat hidup (sel hidup, makhluk hidup), baik itu mokroorganisme, tanaman, invertebrata avertebrata, hewan menyusui dan manusia. Dalam hal ini, dapat kita ketahui bagaimana kumpulan zat hidup bercampur atau bereaksi menghasilkan zat. yang disebut dengan zat hidup. Dan peranan biokimia ini adalah sebagai dasar pengembangan pengetahuan dasar kedokteran, pertanian, peternakan, biologi, mikrobiologi, dan yang lainnya, yang erat hubungannya.
Kegiatan praktikum Biokimia Dasar merupakan komponen penunjang aktivitas perkuliahan. Latar belakang diadakannya praktikum tersebut agar mahasiswa dapat mengetahui dan mengenal apa-apa saja yang dipelajari di dalam mata kuliah Biokimia ini. Mulai dari Protein dan Asam amino, Karbohidrat, Lipida sampai dengan Enzim.
Protein merupakan makromolekul terbanyak yang dapat ditemui dalam sel hidup, yang merupakan komponen penting dan utama untuk sel hewan dan sel manusia. Protein dapat diisolasi dari seluruh sel ke bagian sel.
Asam amino merupakan senyawa organik yang mengandung gugus amino dan karboksil. Alam amino umumnya mudah larut dalam air, dan hanya sedikit atau bahkan tidak larut dalam pelarut organik, dan titik leburnya sangat tinggi Asam amino dibebaskan dari ikatan peptida pada hidrolisi enzim (protease) atau asam, dan asam amino dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dengan cara kromatografi. Semua asam amino mengandung gugus fungsional yang dapat bekerja sebagai asam atau basa tergantung pada pH lingkungan. Dalam protein terdapat proses denaturasi yang berkaitan dengan tergantungnya ikatan atau interaksi kimiawi antar molekul.
Karbohidrat merupakan komponen penting pada beberapa senyawa structural seperti dinding sel tanaman, bakteri, mukopolisakarida kulit, dan jaringan pengikat pada hewan.Karbohidrat dibagi atas monosakarida (fruktosa,glukosa,manosa,galaktosa dan sebagainya)
Lipida merupakan komponen sel atau jaringan yang terdiri atas beraneka ragam senyawa yang sebagian besar hanya larut dalam pelarut organik. Lipida tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organiknya, berupa: eter, kloroform, benzen, alcohol, bensin, dan tetra yang karena sebagian besar tergolong gugus lipofil. Secara sederhana lipida terdiri dari asil gliserol, fosfolipida, sfingolipida, glikolipida, lipida terpen, termasuk korotenoid, dan steroid.Dalam lipida ini terdapat dua komponen utama yaitu lemak (olive), dan minyak (oil).Lemak lebih banyak ditemukan pada hewan, dan minyak lebih banyak diperoleh dari tumbuh- tumbuhan.
Lemak (lipida) merupakan senyawa organik yang tidak larut dalarn air tetapi dapat diekstrasikan dengan pelarut non polar seperti kloroform, benzen, dan eter.Lemak terdiri dari ester asam lemak dan gliserin, Iemak tidak dalam air tetapi larut dalam ester, kloroform, bensin" karena sebagian besar tergolong gugus lipofil.
Enzim merupakan protein yang di sintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi yang berlangsung didalamnya. Beberapa hal yang perlu dipelajari yaitu: jenis enzim, jenis mikroba, komposisi media, dan aktivitas enzim yang bersangkutan.
Ada beberapa hal yang menghambat kerja enzim, yaitu: oksidator, keadaan polaritas larutan, dan tekanan osmotis yang abnormal. Aktivitas spesifik enzim merupakan parameter reaksi enzim yang dapat menggambarkan daya kerja enzim yang bersangkutan.



Tujuan
Praktikum Biokimia Dasar melaksanakan praktikum sebanyak empat judul yaitu protein dan asam amino, karbohidrat, lipida, enzim, dimana setiap judul praktikum tersebut mempunyai tujuan masing-masing, dimana setiap judul praktikum tersebut mempunyai tujuan masing-masing.
Adapun tujuan pada praktikum biokimia dasar yang berjudul protein dan asam amino adalah pertama, pada kelarutan asam amino yang bertujuan untuk melihat daya larut berbagai asam amino dalam pelarut. Pelarut yang berbeda kedua, uji ninhidrin yang bertujuan untuk mengidentifikasi asam α-amino. Dan yang terakhir adalah uji millon yang brtujuan untuk mengidentifikasi asam amino yang mengandung gugus fendik (tirosin).
Pada praktikum mengenai karbohidrat tujuannya adalah untuk mengetahui terjadinya fermentasi yang dilakukan oleh sel ragi, untuk menguji adanya karbohidrat dari beberapa bahan yang diuji secara umum.
Pada praktikum Lipida ini, sub materi yang dipraktikumkan minggu ini ada dua.Pertama pada daya kelarutan lipida, ini bertujuan untuk melihat daya larutan lipida dan asam-asam lemak dalam berbagai pelarut.Kedua, pada praktikum emulsi dari lemak bertujuan untuk mengamati keadaan emulsi dari lemak dan zat yang bertindak sebagai emulgatur.
Pada praktikum mengenai enzim tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh enzim papain dalam krim santan kelapa untuk menghasilkan minyak, dan juga untuk mengetahui volume dan mutu dari minyak yang dihasilkan.

Manfaat
Adapun manfaat dilaksanakannya praktikum Biokimia ini adalah: pada praktikum mengenai protein dan asam amino adalah mahasiswa dapat melihat daya larut berbagai asam amino dalam pelarut-pelarut yang berbeda, dan mengindentifikasi mengidentifikasi asam α-amino.
Pada praktikum mengenai karbohidrat manfaatnya adalah agar mahasiswa mengetahui fermentasi yang dilakukan sel ragi, mengetahui adanya karbohidrat dari berbagai bahan yang diuji.
Pada praktikum mengenai lipida manfaatnya adalah mahasiswa dapat melihat daya kelarutan lipida dan asam-asam lemak dalam berbagai pelarut, dan mengetahui emulsi dari lemak dan zat yang bertindak sebagai emulgator.
Pada praktikum mengenai enzim manfaatnya adalah kita dapat mengetahui pengaruh kerja enzim papain dalam krim santan kelapa untuk menghasilkan minyak.















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Abas (2000) Semua asam amino, atau peptida yang mengandung 2 amino bebas akan bereaksi dengan ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna biru-ungu. Namun, prolin dan hidroksi prolin menghasilkan senyawa berwarna kuning.
Anwar M (2001), bahwa asam amino merupakan satuan penyusun protein, berdasarkan rumus bangunnya asam amino dapat dipandang sebagai turunan asam karboksilat, yang satu atom hidrogennya digantikan oleh gugus amino.
Argham(2001) Kelarutan protein didalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik pelarutnya.
Conway (2007),Pada percobaan ninhidrin didapat hasil yaitu asam amino berupa ahnin setelah di panaskan  dengan campuran ninhidrin pada penangas air warnanya berubah menjadi biru pekat. Hal ini juga disesuaikan dengan pendapat yang menyatakan bahwa asam amino yang dipisahkan direaksikan dengan ninhidrin untuk mengahsilkan warna biru – ungu.
Jaru Anwar (2001), menyatakan bahwa asam amino adalah senyawa anorganik yang mengandung gugus karboksil dengan demikian mempunyai sifat asam-basa.
Novita (2009) uji ninhidrin adalah uji umum untuk protein dan asam amino .Ninhidrin  dapat mengubah asam amino menjadi suatu alhdehida.
(Poedjiadi 2004), Kelarutan protein di dalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik pelarutnya.Protein seperti asam amino bebas memiliki titik isoelektrik yang berbeda-beda.
(Rahani,2002),Protein bersifat amfoter, yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam dan basa. Daya larut protein berbeda di dalam air, asam, dan basa; ada yang mudah larut dan ada yang sukar larut.Namun, semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter dan kloroform.
Riawan (2000) protein memiliki molekul besar dengan berat molekul yang bervariasi antara  5000 hingga jutaaan dengan hidrolisis oleh asam atau oleh enzim protein akan mengahasilkan asam amino, ada 20 jenis asam amino yang terdapat pada molekul protein.
Santoso (2008) yang menyatakan bahwa ninhidrin bereaksi dengan asam amino bebas dan protein menghasilkan warna biru.
Nelson (2009), produk utama karbohidrat adalah karbondioksida, hidrogen, metan, asam lemak rantai pendek yang mudah menguap.
Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan karbohidrat seperti layaknya seperti mesin mobil menggunaka bensin. Glukosa, karbohidrat yang peling sederhana mengalir dalam alran darah sehingga tersedia begi seluruh sel tubuh, sel-sel tubuh tersebut menyetop gukosa dan mengubahnya menjadi tenaga untuk menjalankan sel-sel tubuh (Anonim 2008)
Pada sel-sel nonfotosintetik akumulasi glukosa dan fruktosa banyak dijumpai. Pada beberapa spesies rumput –rumputan dan sedikit jenis tumbuhan dikotil pati bukan merupakan produk fotosintesis yang banyak dijumpai pada daun dan batangnya, tetapi pada akar dan bijinya yang terakumulasi adalah pati. Sukrosa merupakan senyawa ppenting yang terkandung dalam jumlah yang besar didalam tumbuhan sukrosa berfungsi sebagai sumber energi pada sel fotosintetik dan dapat ditranslokasikan melalui pembuluh floem ke jaringan yang sedang tumbuh (Lakitan, 2007)
Dalam karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk menentukan kandungan yang terdapat dalam karbohidrat tersebut. Salah satu test yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah tes Molisch. Ketika ada beberapa larutan yang tidak dikenal secara pasti bahwa larutan tersebut mengandung karbohidrat atau tidak, tes ini bisa dilakukan untuk menentukan adanya kandungan karbohidrat. Larutan yang bereaksi positif akan memberikan cincin yang berwarna ungu ketika direksikan dengan alphanaftol dan asam sulfat pekat. Diperkirakan, konsentrasi asam sulfat pekat bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula untuk membentuk furfural dan turunannya yang kemudian dikombinasikan dengan alphanaftol untuk membentuk produk berwarna (Pratana, 2003).
Percobaaan peragian dilakukan untuk menentukan gula yang dapat difermentasikan. Pada percobaan ini, setelah larutan karbohidrat ditambahkan dengan suspensi ragi dan didiamkan selama 1 jam dalam tabung fermentasi, muncul gelembung-gelembung CO2 pada larutan tersebut. Selain muncul gelembung-gelembung CO2, dari larutan tersebut dapat dicium bau alkohol. Keadaan ini menunjukkan bahwa merupakan karbohidrat yang dapat mengandung gugus gula yang dapat difermentasikan (Wahjudi, 2003).
Dalam karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk menentukan kandungan yang terdapat dalam karbohidrat tersebut. Salah satu test yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah tes Molisch. Ketika ada beberapa larutan yang tidak dikenal secara pasti bahwa larutan tersebut mengandung karbohidrat atau tidak, tes ini bisa dilakukan untuk menentukan adanya kandungan karbohidrat. Larutan yang bereaksi positif akan memberikan cincin yang berwarna ungu ketika direksikan dengan alphanaftol dan asam sulfat pekat. Diperkirakan, konsentrasi asam sulfat pekat bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula untuk membentuk furfural dan turunannya yang kemudian dikombinasikan dengan alphanaftol untuk membentuk produk berwarna (Pratana, 2003).
Jhonson (2002),menyatakan bahwa enzim yang berperan dalam ekstraksi
minyak kelapa adalah erzim yang menghidrolisis makro molekul karbohidrat dan protein (proteolitik).
Atmakusumah (2001), menyatakan bahwa apabila pada larutan terdapat gelembung-gelembung gas itu berarti larutan tersebut mengandung karbohidrat dan jika larutan tersebut tidak mengalami reaksi gelernbung gas maka itu artinya larutan itu tidak mengandung karbohidat.
Aleksaabert (2002), yang menyatakan bahwa pada uji percobaan kelarutan dan percobaan molisch Amilum dan Glukosa yang ditambatrkan Alfanatol dan
Asam sulfat hasilnya akan terbentuk cincin yang berwama ungu pada dasar tabung yang mana itu membuktikan arnilum dan glukosa mengandung karbohidrat.
E, Jhon (2005), menyatakan bahwa uii millon digunakan untuk menentukan larutan berwarna atau endapan merah.
F.iksons (2008), yang menyatakan bahwa pati direaksikan dengan larutan iod maka menghasilkan pati biru dan apabila glikogen dan pati terhidrolisis sebagian akan membentuk warna merah-coklat.
Hartadi (2001), menyatakan bahwa karbohidrat yang penyusun utamanya glukosa, lalu dioksidasi menjadi monosakarida atau disakarida lain atau disimpan sebagai cadangan makanan sebagai glikogen.
H, Karts Charick (2004), menyatakan bahwa pada tanaman rumputan tropic seperti tebu senyawa pertam dihasilkan dari fraksi CO2 bukan 3- P gliserat melainkan senyawa karbiksilat beratom C 4 buah.
Karlson (2001), menyatakan bahwa pada sakarida dapat mengandung hanya satu jenis unit monosakarida (homo polisakarida) seperti pati, glikogen, selulosa kitin (beberapajenis monosakarida heteropolisakarida) dan insulin.
Montgomery (2009), menyatakan bahwa ekstrak ragi (bebas sel) mempunyai kemampuan untuk mengubah glukosa menjadi etanol.
Manion (2001), yang menyatakan bahwa cincin tersebut disebut cincin ungu senyawa kompleks.
Michael (2006), menyatakan bahwa ketosa dapat dihidrasi lebih cepat daripada aldosa sehingga diperoleh turunan furfural yang selanjutnya berkondensasi dengan resorsinol membentuk kompelks merah.
Nuryani (2005), yang menyatakan bahwa apabila beberapa monosakarida seperti glukosa fruktosa dan manosa diragikan maka akan terbentuk etil alcohol dan CO2.
Roogers (2000), meyatakan bahwa apabila asam sulfat (K2SO4) pekat akan menghidrolisis ikatan glikosida (dari polisakarida) maka akan dihasilkan monosakarida yang serlanjutnya terjadi dehidrasi menjadi furfural dan turunanya.
Berbagai senyawa yang termasuk kelompk karbohidrat mempunyai molekul yang berbeda-beda ukurannya, yaitu dari senyawa yang sederhana yang memiliki berat molekul 90 hingga senyawa yang memiliki berat molekul 500.000 bahkan lebih. Berbagai senyawa tersebut dibagi kedalam tiga golongan, yaitu golongan monosakarida, golongan olisakarida, dan golongan polisakarida. Monosakarida terdiri atas beberapa atom saja dan tidak dapat diuraikan secara hidrolisis dalam kondisi lunak menjadi karbohidrat lain. Monosakarida yang paling sederhana ialah gliseraldehida dan dihidroksiaseton. Gliseraldehide dapat disebut aldotriosa karena terdiri atas 3 karbon dan mempunyai gugus aldehide. Dihidroksiaseton dinamakan ketotriosa karena terdiri atas 3 atom karbon dan mempunyai gugus keton (Supriyanti, 2005).
Monosakarida memiliki beberapa jenis yaitu glukosa, merupakan suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstroksa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi kearah kanan, glukosa terdapat pada buah-buahan, madu lebah, dalam darah manusia. Didalam dunia perdagangan dikenal sirup glukosa, yaitu suatu larutan glukosa yang sangat pekat, sehingga mempunyai viskositas atau kekentalan yang tinggi. Sirup glukosa ini diperoleh dari amilum melalui proses hidrolisis dengan asam. Monosakarida lainnya adalah fruktosa, fruktosa terdapat pada madu lebah. Fruktosa merupakan suatu ketohektosa yang mempunyai sifat memutar kekiri dan karenanya disebut levulosa. Fruktosa memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan glukosa dan sukrosa. Monosakarida yang jarang terdapat bebas dialam adalah galaktosa, yang umumnya berikatan dengan galaktosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu (Poedjiadi, 2005).
Oligosakarida merupakan senyawa yang terdiri atas dua buah atau lebih monosakarida yang dengan pengaruh asam senyawa ini dapat mengalami hidrolisa menjadi bentuk-bentuk monosakarida penyusunnya. Oligosakarida merupakan karbohidrat yang bila dihidrolisis menghasilkan tiga hingga sepuluh monosakarida. Bila senyawa ini terdiri dari dua monosakarida penyusun, disebut disakarida, dan apabila terdiri dari tiga penyusun disebut trisakarida, apabila terdiri dari empat penyusun disebut tetraosa dan demikianlah seterusnya. Contohnya adalah sebagai berikut ini; stakiosa, sukrosa, sakarosa, maltosa, dan laktosa (Ronditasyah, 2009).
Herikson (2003), menyatakan bahwa biokatalis yang sangat efisien dan asam lemak berfungsi sebagai bahan bakar metabolik dan pembangunan untuk lipid lain.
Brians (2001), menyatakna bahwa lipida menggunakan komponen sel atau jaringan terdiri atas beraneka ragam senyawa sebagian besar hanya larut dalam pelarut organik seperti eter, kloroform, dan benzen.
Jhoq Kimball (2001), menyatakan bahwa lipid adalah zat organik yang sangat hidrofobik yang berarti bahwa zat-zat tersebut sukar/sam sekali tidak larut dalam air.
Ansell (2001), yang menyatakan bahwa lipid merupakan asam lemak biasanya zat tersebut tidak larut dalam air akan tetapi larut dalam pelarut non polar yaitu  eter, chloroform, benzene.
Ekanarmi (2000), menyatakan bahwa lipida (lemak) bahan baku merupakan penyusun fosfolipid suatu jenis lipid yang merupakan penyusun membran sel organisme, salah satu contoh senyawa fosfolipid adalh lesitin yang terdapat dalam otak danjaringan saraf,
Yuris, Brin (2000), menyatakan bahwa emulsi merupakan sediaan yang mengandung zat yang tidak dapat bercampur biasanya terdiri meinyak dan air dimana cairan yang satu terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang
Yuntus (2001), menyatakan bahwa emulsi merupakan sediaan yang obat cair atau larutan obat yang terdispersi dalam cairan pembawa dan distabilkan oleh zat pengemulsinya atau surfaktan yang cocok.
Zandrius (2001), menyatakan bahwa sifat fisik lipid adalatr tidak dapat larut dalam air tetapi larut dala satu/lebih pelarut organik misalnya eter, kloroform, benzen, dan sering disebut pelarut lemak. Ada hubungan dengan asep lemak dan estery mempunyai kemungkinan untuk digunakan oleh makhluk hidup.
Ftanley (2005), menyatakan bahwa terjadinya emulsi tidak stabil dikarenakan larutan tersebut adanya lemak dan air sedangkan emulgatornya didalam larutan tidak terdapat (ada) karena semua tabung tersebut emulsi tidak stabil.
Weinberg (2003), menyatakan bahwa lipid dikandung oleh organisme adalah lemak yaitu ester-ester dan gliserol asam-asam (asam karboksil dengan rantai alkoholnya yang panjang).
(Alfi Darwis, 2011) Kelompok-kelompok besar dari lipid mempunyai sifat kelarutan yang berbeda-beda dan sifat ini dugunakan untuk ektraksi dan pemisahan dari bahan biologis. Endapan yang terjadi adalah lesitin(fosfolipid). Lesitin atau fosfatidilkolin adalah senyawa fosfogliserol yang mengandung kolin (lesitin mengandung gliserol, asam lemak, asam fosfat, dan kolin).Senyawa ini adalah fosfolipid kolin terdapat dengan jumlah terbanyak di dalam membran sel dan menunjukkan proporsi simpanan kolin yang besar pada tubuh. Kolin sangat penting dalam proses transmisi saraf dan sebagai simpanan, gugus metil yang labil. Lesitin dapat diperoleh dari kuning telur.Pemisahan fosfatidilkolin dari lemak dan kolesterol dilakukan dengan pelarut eter dan aseton.Lesitin memiliki gugus kolin yang bermuatan positif sehingga lebih larut dalam eter dan kurang larut dalam aseton.Hal ini disebabkan eter memiliki elektron bebas yang dapat diserang oleh muatan positif dari kolin sehingga kolin lebih larut dalam eter daripada aseton yang tidak memiliki elektron bebas.Filtrat yang diperoleh dari penyaringan lesitin (eter-aseton) diuapkan diatas waterbath hingga menghasilkan suatu pasta.
(Murray 2006) Lemak lebih banyak ditemukan pada hewan, dan minyak lebih banyak diperoleh dari tumbuh- tumbuhan.Lipid digolongkan kedalam lipid sederhana dan lipid majemuk.Lipid sederhana contohnya adalah lemak, minyak, dan lilin atau wax.Sedangkan lemak majemuk contohnya seperti fosfolipid, sfingolipid, lipoprotein, dan isoprenoid.
            (Priadi 2009) Lipid atau masyarakat sering menganggapnya sebagai lemak adalah senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik (nonpolar), seperti: kloroform, eter, dan minyak tanah. Molekul lemak tersusun dari unsur-unsur C, H, O, dan terkadang terdapat unsur P dan N. Lemak umumnya disusun oleh trigliserida (lemak netral) yang terdiri atas gliserol dan tiga asam lemak.Berdasarkan tingkat kejenuhannya, asam lemak dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap.Misalnya asam palmitat dan asam stearat yang terdapat pada lemak hewani.Sedangkan asam lemak tak jenuh adalah asam lemak tak jenuh adalah asam lemak yang mengandung ikatan rangkap.Misalnya, asam oleat dan asam linoleat yang terdapat pada lemak nabati.
(Roswiem 2006) Kolesterol adalah salah satu jenis lipid yang digolongkan ke dalam isoprenoid yang merupakan jenis steroid.Kolesterol adalah molekul penting pada hewan yang berfungsi sebagai komponen membran sel, prekursor biosintesis hormon steroid, Vitamin D, dan garam empedu.Kolesterol mempunyai 2 gugus metil yang terikat pada atom C-13 dan C-10 dengan ikatan rangkap.Rantai cabang hidrokarbon terikat pada atom C-17, sedangkan gugus fungsionil hidroksil terletak pada atom C-3. Kolesterol disimpan di dalam sel sebagai ester asam lemak yang dihasilkan dari reaksi esterifikasi oleh enzim asetil KoA: Kolesterol asiltransferase (ACAT) di sitoplasma.
 (Salirawati et al,2007) Lipid adalah  senyawa yang merupakan ester dari asam lemak dengan gliserol yang kadang-kadang mengandung gugus lain. Lipid tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organic se[erti eter, aseton, kloroform, dan benzene.
(Salirawati et al,2007) Lemak digolongkan berdasarkan kejenuhan ikatan pada asam lemaknya.Adapun penggolongannya adalah asam lemak jenuh dan tak jenuh.
(Sunita, Almatsier. 2005). Istilah lipida meliputi senyawa-senyawa heterogen, termasuk lemak dan minyak yang umumnya dikenal dalam makanan, malam, fosfolipida, sterol, dan ikatan lain sejenis yang terdapat di dalam makanan dan tubuh manusia. Lipida mempunyai sifat yang sama yaitu larut dalam pelarut nonpolar seperti etanol, eter, kloroform, dan benzena.
(Syamsu 2007) HCl yang ditambahkan akan menyumbangkan ion-ion hidrogennya yang dapat memecah unsur lemak sehingga terbentuk lemak radikal bebas dan hidrogen radikal bebas. Kedua bentuk radikal ini bersifat sangat reaktif dan pada tahap akhir oksidasi akan dihasilkan peroksida.
Jameso Brends (2000), menyatakan bahwa enzim sebagai katalisator karena enzirn sebagai suatu zat yang dapat mempercepat reaksi kimia tanpa ikut atau muncul dalam hasil reaksi.
Jhonson (2002), menyatakan bahwa enzim yang berperan dalam ekstraksi minyak kelapa adalah enzim yang menghidrolisis makro molekul karbohidrat dan protein (proteolitik).
Reybred (2003), menyatakan bahwa enzim merupakan biokatalisator dengan spesifisitas dan efisiensi tinggi.
Stone (2003), menyatakan bahwa keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah dapat diproduksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol.
Vones (2002), menyatakan bahwa aktivitas spesifik enzim merupakan parameter reaksi enzim yang dapat mengambarkan daya kerja enzim yang bersangkutan.
Wandi (2003), menyatakan bahwa hal yang perlu diperhatikan karena enzim merupakan protein biokatalisator yaitu daya tahan pada pH, suhu, dan lingkungan lain dengan kisaran yang tidak terlalu besar sehingga pemakaian buffer dan pemilihan faktor lingkungan yang tepat penting diperhatikan.
Wibowo (2001), yang menyatakan bahwa pada penambahan getah buah pepaya muda dengan krim santan kelapa jika dicampur antara yang dengan yang lain maka dari warna rasa dan baunya akan jauh berubah dari awalnya.














BAB III
MATERI DAN METODA
Waktu dan Tempat
            Praktikum biokimia ini dilaksanakan setiap hari seni dimulai dari tanggal 16 Maret 2015 sampai dengan 16 April 2015 pada pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai bertempat di Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Jambi.

Materi
            Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum bbiokimia ini adalah dalam praktikum Protein dan Asam Amino ialah tabung reaksi, gelas beker, sendok penggaduk, pipet tetes, gelas ukur, Erlenmeyer, pembakar bunzen, penjepit tabung reaksi, rak tabung reaksi, larutan HCl, NaOH, Etanol, kloroform, air, asam amino (glisin, lisin, glutamate, alanin), Ninhidrin.
            Pada praktikum mengenai karbohidrat alat dan bahannya yaitu:tabung reaksi, tabung fermentasi, pipet tetes, larutan monosakarida, ragi, NaOH, aquades, larutan iod, pati nanas, pati ubi kayu dan santan.
            Materi yang digunakan pada praktikum lipid ini ialah pada percobaan daya kelarutan lipida materi yang digunakan adalah keju, margarin, minyak zaitun sebanyak masing masing 1 ml, air biasa 1 ml, 1 ml atanol, tabung reaksi, kertas saring, spatula, penjepit tabung dan lesitin telur. Sedangkan pada percobaan emulsi dari lemak materi yang digunakan minyak zaitun, minyak kelapa, hcl encer, soda, tabung reaksi, air, dan spatula.
            Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum enzim yaitu: beker glass, gelas ukur, corong, thermometer, Erlenmeyer, botol inkubasi, pipet tetes, pengaduk, spatula, krim santan kelapa, getah buah papaya muda, aquades, alcohol, fenopitalin, NaOH, dan KOH.

Metoda
Adapun metoda yang digunakan pada praktikum Protein dan Asam Amino, Kelarutan Asam Amino cara kerjanya yaitu :Siapkan 5 buah tabung reaksi yang di isi dengan pelarut : HCL, NaOH, etanol, klorofrom dan air (masing- masing 3 ml). Larutkan 0,5 gram asam amino ke dalam masing-masing pelarut tersebu gunakan pengaduk bila pertu catat bagaimana hasilnya dan bagaimana kesimpulan saudara
 Uji Ninhidrin cara kerjanya yaitu :Masukan 2 ml asam amino yang akan diidentifikasi ke dalam tabng reaksi denan pH netral. Tambahkan pereaksi Ninhidrin. Didihkan selama 2 menit dalam penangas air. Amati wama hasil reaksi tersebut dan simpulankan hasil pengamatan anda.
Pada praktikum mengenai karbohidrat cara kerjanya adalah: pada percobaan peragian pertama masukkan glukosa ke dalam tabung reaksi, kemudian tambahkan sedikit ragi,setelah itu tunggu selama 5 menit,kemudian tambahkan sedikit ragi,setelah itu tunggu selama 5 menit kemudian masukkan 2 tetes NaOH. Pada tabung reaksi lainnya lakukan percobaan yang sama tanpa menggunakan ragi.
Pada percobaan kedua yaitu uji iod:pertama masukkan larutan glukosa sebanyak 10 tetes kemudian tambahkan 1 ml pati ubi kayu, 1 ml pati pati nanas, dan 1 ml santan, dan 1 ml aquades pada setiap tabung reaksi.Diamkan selama 5 menit kemudian tambahkan dua tetes larutan NaOH pada setiap tabung reaksi, diamkan selama 5 menit selanjutnya tambahkan dua tetes iod dan amati perubhan apa yang terjadi pada setiap tabung reaksi.
Adapun prosedur kerja pada praktikum lipida  : pada percobaan daya kelarutan lipida, siapkan 3 tabung reaksi masing masing isi dengan keju, margarin, dan minyak zaitun sebanyak 1 ml. lalu tambahkan 1 ml air. Pada tabung yang berisi margarin panaskan terebih dahulu setelah ditambahkan air, homogenkan dan amati. Lalu teteskan dikertas saring lalu amati transparasi dan penyebarannya.
Setelah itu 3 buah tabung reaksi masing masing masukkan keju, margarin, minyak zaitun 1 ml. tambahkan 1 ml etanol dan homogenkan lalu tambah air , dan amati . kemudian, siapkan 3 buah tabung reaksi. Pada tabung pertama, isi 3 ml air, tambahkan 2 tetes minyak zaitun, homogenkan dan tambah 2 tetes lesitin telur. Tabung kedua isi 3 ml air, tambah 2 tetes minyak zaitun homogenkan tambah lagi 2 tetes minyak zaitun.
Adapun prosedur kerja pada emulsi dari lemak, siapkan 4 buah tabung reaksi isi air 5 ml. tabung pertama tambahkan 1 tetes minyak zaitun,homogenkan dan tambah HCL encer. Tabung kedua tambah minyak keapa, homogenkan 1 tetes HCL encer.Tabung ketiga, tambahkan minyak zaitun homogenkan dan tambah 1 teets soda.Tabung keempat tambahkan minyak kelapa, homogenkan dan tambahkan 1 tetes soda.Amati masing masing perbedaan pada tabung reaksi.
            Prosedur kerja pada praktikum enzim ini ialah: siapkan 3 buah wadah tabung reaksi, tabung pertama berisi parutan buah papaya muda yng telah dihaluskan. Tabung kedua berisi getah papaya dank rim santan kelapa. Lalu tabung ketiga berisi krim santan kelapa. Setelah semua tabung berisi, amati bau, warna, dan rasa pada masing-masing tabung. Catat hasil pengamatannya.














BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
            A.Protein dan Asam Amino
Protein merupakan makromolekul terbanyak yang dapat ditemui dalam sel hidup, yang merupakan komponen penting dan utama untuk sel hewan dan sel manusia. Protein dapat diisolasi dari seluruh sel ke bagian sel. Dalam hal ini, protein mempunyai peranan penting dalam biologi yang sangat penting, sebagai zat pembenfuk, transport, katalisataor reaksi kimia, hormon, racun, dan yang lainnya. Protein ini mempunyai empat fungsi utamanya yaitu untuk memperbaiki jaringan yang rusak untuk pertumbuhan jaringan baru, sebagai enzim, dan sebagai hormon. Sifat fisik dan kimia protein tersebut sangat beragam diantaranya: ukuran, berat molekul, kelarutan, konformasi tiga dimensi, susunan dan deret asam amino penyusunnya yang sangat mempengaruh semua faktor tersebut.

Kelarutan Asam Amino

Tabel percobaan 1. Kelarutan Asam Amino
Larutan
Warna
Endapan
Campuran
HCl + Tirosin
 
Bening

Ada endapan
Tidak homogen

NaOH+ Tirosin
Bening
Ada endapan
Tidak homogen
Etanol + Tirosin
Bening
Ada endapan
Tidak homogen
Air + Tirosin
Bening
Ada endapan
Tidak homogen
      Kloroform + Tirosin
Bening
Tidak ada endapan
Tidak homogen
            HCl + Glisin
Bening
Tidak ada endapan
Homogen
NaOH+ Glisin
Bening
Tidak ada endapan
Homogen
Etanol + Glisin
Bening
Ada endapan
Tidak homogen
Air + Glisin
Bening
Tidak ada endapan
Homogen
     Kloroform + Glisin
Bening
Tidak ada endapan
Tidak homogen


Dari kegiatan praktikum yang telah di lakukan maka di dapatkan hasil  setelah di masukkan  ke dalam reaksi ciran NaOH  di   campur dengan larutan asam amino tirosin, bahwa hasilnya cairan atau larutan berwarna putih kekeruhan dan tidak semuanya larutan larut dalam larutan tersebut, ini sesuai dengan pendapat (Rahani,2002). Protein bersifat amfoter, yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam dan basa. Daya larut protein berbeda di dalam air, asam, dan basa; ada yang mudah larut dan ada yang sukar larut.Namun, semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter dan kloroform.
Asam amino adalah penyusun protein, yaitu asam organic yang mengandung gugus amino (-NH2) di samping gugus karboksitlat (-COOH),Asam amino yang terdapat di alam selalu berupa asam amino alpa , artinya gugus –NH2 selalu terikat pada atom C- alpa ,yaitu atom C di dekat gugus COOH .asam amino yang di kenal banyak sekali tetapi hanya 20 jenis yang termasuk penyusun protein alami. Hal ini sesuai dengan pendapat Anwar M (2001), bahwa asam amino merupakan satuan penyusun protein, berdasarkan rumus bangunnya asam amino dapat dipandang sebagai turunan asam karboksilat, yang satu atom hidrogennya digantikan oleh gugus amino.
Larutan HCl yang di masukkan di dalam tabung reaksi , larutan HCl  sama sekali tidak  larut, HCl di atas tirosin di bawah atau di dasar.
Larutan etanol yang di masukkan ke dalam tabung reaksi , larutan etanol  sedikit terlarut dan larutan asam amino tirosin lebih banyak terdapat di dasar.
Setelah melakukan percobaan pada uji kelarutan asam amino maka didapat hasilnya yaitu setelah etanol, HCl, NaOH, dan air dicampurkan dengan asam amino yaitu glisin sebanyak 60 tetes maka senyawa pada pencampuran zat tersebut tetap seperti semula tidak ada perubahan warna tetapi pada saat asam amino diteteskan sebanyak 60 tetes  kedalam tabung yang berisi HCl, NaOH, etanol, dan air terjadi suatu pelarutan sehingga pencampuran kedua tersebut tampak berminyak. Itu terjadi karena adanya proses pelarutan antara larutan asam amino glisin dengan HCl, NaOH, aquades, dan etanol. Namun pada tabung hasil pencampuran air dengan glisin, permukaan larutan tersebut bahwa asam amino yang dalam larutan air akan mengion dan dapat bersifat asam dan basa berwarna biru kehijauan. Jaru Anwar (2001), menyatakan bahwa asam amino adalah senyawa anorganik yang mengandung gugus karboksil dengan demikian mempunyai sifat asam-basa.

Uji Ninhidrin                            
Reaksi ninhidrin dapat dipakai untuk penentuan kuantitatif asam amino. Dengan memanaskan campuran asam amino dan ninhidrin, terjadilah larutan berwarna ungu yang identitasnya dapat ditentukan dengan cara spektrofotometri. Uji Ninhidrin merupakan uji warna pada protein dengan membentuk larutan berwarna ungu akibat adanya gugus  amino bebas. Semua asam amino dan peptida yang mengandung gugus α-amino bebas memberikan reaksi ninhidrin yang positif. Reaksi positif, tyrosin mengandung gugus  amino bebas, ditandai dengan warna larutan ungu setelah dipanaskan.


Tabel Uji Ninhidrin
Asam Amino    
Waktu Setelah Pencampuran     
Waktu     
  Warna Setelah di Panaskan
Glisin  
Ungu
01:08:53
Ungu Pekat
Tirosin
Bening
01:02:95
Ungu Tua

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan tentang uji ninhidrin dapat dibuktikan bahwa ninhidrin senyawa oksidator kuat bereaksi dengan triptofan dan tyrosin karena ph dari protein tersebut mencapai 4-8. Argham(2001) Kelarutan protein didalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik pelarutnya, pendapat ini juga didukung oleh pendapat (Poedjiadi 2004), yaitu Kelarutan protein di dalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik pelarutnya. Protein seperti asam amino bebas memiliki titik isoelektrik yang berbeda-beda.
  Sedangkan pada glisin, histidin, dan tirosin. perubahan warna yang terjadi menunjukan bahwa asam-asam amino ini bereaksi dengan ninhidrin, hal ini sesuai dengan pendapat Santoso (2008) yang menyatakan bahwa ninhidrin bereaksi dengan asam amino bebas dan protein menghasilkan warna biru. Dan juga spendapat dengan Abas(2000) Semua asam amino, atau peptida yang mengandung 2 amino bebas akan bereaksi dengan ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna biru-ungu. Namun, prolin dan hidroksi prolin menghasilkan senyawa berwarna kuning.
 Reaksi yang paling umum digunakan untuk analisis kualitatif protein dan produk hasil hidroplisisnya. Reaksi ninhidrin dapat pula dilakukan terhadap urin untuk mengetahui adanya asam amino atau mengetahui adanya pelepasn protein oleh cairan tubuh.
Menurut Novita (2009) uji ninhidrin adalah uji umum untuk protein dan asam amino.Ninhidrin dapat mengubah asam amino menjadi suatu aldehida.Ninhidrin dilakukan dengan menambahkan beberapa tetes larutan ninhidrin yang terlihat tidak warna kedalam sampel, kemudian dipanaskan beberapa menit.Adanya protein ditandai dengan adanya perubahan warna ungu. Sedangkan menurut Riawan (2000) protein memiliki molekul besar dengan berat molekul yang bervariasi antara 5000 hingga jutaan dengan hidrolisis oleh asam atau oleh enzim protein akan menghasilkan asam amino, ada 20 jenis asam amino yang terdapat dalam molekul protein.
Pada percobaan ninhidrin didapat hasil yaitu asam amino berupa glisin setelah di panaskan  dengan campuran ninhidrin pada penangas air warnanya berubah menjadi biru pekat. Hal ini juga disesuaikan dengan pendapat Conway (2007) yang menyatakan bahwa asam amino yang dipisahkan direaksikan dengan ninhidrin untuk mengahsilkan warna biru – ungu.

B. Karbohidrat
Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan karbohidrat seperti layaknya seperti mesin mobil menggunaka bensin. Glukosa, karbohidrat yang peling sederhana mengalir dalam alran darah sehingga tersedia begi seluruh sel tubuh, sel-sel tubuh tersebut menyetop gukosa dan mengubahnya menjadi tenaga untuk menjalankan sel-sel tubuh (Anonim 2008)
Pada sel-sel nonfotosintetik akumulasi glukosa dan fruktosa banyak dijumpai. Pada beberapa spesies rumput –rumputan dan sedikit jenis tumbuhan dikotil pati bukan merupakan produk fotosintesis yang banyak dijumpai pada daun dan batangnya, tetapi pada akar dan bijinya yang terakumulasi adalah pati. Sukrosa merupakan senyawa ppenting yang terkandung dalam jumlah yang besar didalam tumbuhan sukrosa berfungsi sebagai sumber energi pada sel fotosintetik dan dapat ditranslokasikan melalui pembuluh floem ke jaringan yang sedang tumbuh (Lakitan, 2007)
Dalam karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk menentukan kandungan yang terdapat dalam karbohidrat tersebut. Salah satu test yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah tes Molisch. Ketika ada beberapa larutan yang tidak dikenal secara pasti bahwa larutan tersebut mengandung karbohidrat atau tidak, tes ini bisa dilakukan untuk menentukan adanya kandungan karbohidrat. Larutan yang bereaksi positif akan memberikan cincin yang berwarna ungu ketika direksikan dengan alphanaftol dan asam sulfat pekat. Diperkirakan, konsentrasi asam sulfat pekat bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula untuk membentuk furfural dan turunannya yang kemudian dikombinasikan dengan alphanaftol untuk membentuk produk berwarna (Pratana, 2003).
Percobaaan peragian dilakukan untuk menentukan gula yang dapat difermentasikan. Pada percobaan ini, setelah larutan karbohidrat ditambahkan dengan suspensi ragi dan didiamkan selama 1 jam dalam tabung fermentasi, muncul gelembung-gelembung CO2 pada larutan tersebut. Selain muncul gelembung-gelembung CO2, dari larutan tersebut dapat dicium bau alkohol. Keadaan ini menunjukkan bahwa merupakan karbohidrat yang dapat mengandung gugus gula yang dapat difermentasikan (Wahjudi, 2003).

Tabel 1.
No
Bahan
Waktu
5 menit
10 menit+NaOH
1
Ragi
Ada gelembung
Tidak ada gelembung
2
Tanpa Ragi
Tidak ada gelembung
Tidak ada gelembung

Setelah dikocok campuran antara larutan monosakarida dengan ragi menghasilkan gelembung(CO2)) dalam 5 menit pada suhu 30C . kemudian setelah ditambahkan NaOH pada campuran tersebut sehingga CO2 yang terbentuk hilang. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Wahjudi, 2003) yang menyatakan bahwa “Percobaaan peragian dilakukan untuk menentukan gula yang dapat difermentasikan. Pada percobaan ini, setelah larutan karbohidrat ditambahkan dengan suspensi ragi dan didiamkan selama 1 jam dalam tabung fermentasi, muncul gelembung-gelembung CO2 pada larutan tersebut. Selain muncul gelembung-gelembung CO2, dari larutan tersebut dapat dicium bau alkohol. Keadaan ini menunjukkan bahwa merupakan karbohidrat yang dapat mengandung gugus gula yang dapat difermentasikan  (Wahjudi, 2003)”
Uji iod dugunakan untuk mendeteksi adanya pati (suatu polisakarida) pada percobaan ini, masing-masing larutan sampel yang telah berisi bahan yang diujikan seperti pati ubikayu, pati nanas, santan, dan aquades.oleh larutan iod sebanyak 2 tetes , iod berfungsi sebagai indikator suatu senyawa dalam hal mengidentifikasiannya setelah beberapa saat pati bahan yang diujikan mengalami perubaha warna.

Tabel 2.
No
Bahan
Waktu
1 menit
5 menit
10 menit
1
Pati Ubi kayu
Putih
Putih
Ungu kehitaman
2
Pati Nanas
Kuning
Kuning
Hijau lumut
3
Santan
Putih
Putih
Putih keunguan
4
Aquades
Bening
Bening
Kuning

Perubahan warna yang terjadi menandakan adanya kandungan zat-zat makanan didalam bahan yang diujikan dapat dilihat pada tabel  2 uji iod. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Pratana, 2003) yang menyatakan bahwa “Uji Iod digunakan untuk memisahkan amilum atau pati yang terkandung dalam larutan. Reaksi positifnya ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi biru. Warna biru yang dihasilkan diperkirakan adalah hasil dari ikatan kompleks antara amilum dengan iodin. Sewaktu amilum yang telah ditetesi iodin kemudian dipanaskan, warna yang dihasilkan sebagai hasil dari reaksi yang positif akan menghilang. Dan sewaktu didinginkan warna biru akan muncul kembali. Di dalam amilum sendiri terdiri dari dua macam amilum yaitu amilosa yang tidak larut dalam air dingin dan amilopektin yang larut dalam air dingin. Ketika amilum dilarutkan dalam air, amilosa akan membentuk micelles yaitu molekul-molekul yang bergerombol dan tidak kasat mata karena hanya pada tingkat molekuler (Pratana, 2003).”

C.Lipida
Daya kelarutan lemak
Tabel 1:
Bahan
Hasil
Keju+air
Menyatu
Margarin+air
Memisah
Minyak zaitun+air
Memisah
           
            Hasil percobaan pada daya kelarutan lipida dapat dilihat pada Tabel 1. Yang menjelaskan bahwa  lipida pada umumnya tidak larut dalam air tetapi sedikit larut dalam pelarut organic. Margarin dan minyak zaitun yang ditambahkan air lalu dihomogenkan tidak dapat menyatu.Hal ini dikarenakan terhadap kandungan lipida [ada margarin dan minyak zaitun.
            Dalam identifikasi lipida juga dilakukan pengamatan terhadap noda pada kertas.Hal ini dimaksudkan agar kita dapat mengetahui ada tidaknya lipid pada sampel percobaan yang dilakukan.
            Sesuai dengan pendapat (Riawan, 2008) lemak berkarakteristik sebagai biomolekul organic yang tidak larut atau sedikit larut dalam air dan dapat diekstraksi dengan pelarut non polar. Serta sesuai juga dengan pendapat (Fessenden , 2006) lipid didefenisikan sebagai senyawa organic yang terdapat dalam alam semesta serta tidak larut dalam air.
Table2 :
Bahan
Penyebarannya
Keju
Menyatu
Margarin
Memisah
Minyak zaitun
Menyebar

            Margarin berasal dari lemak hewan dan biasanya mengandung lebih banyak minyak atau lemak jenuh dibandingkan lemak tak jenuh.Margarin mengandung sejumlah asam butirat, asam laurat, dan asam molat. Mentega atau margarin vitamin A,O. protein, dan karbohidrat. Pada setiap bahan yang dipraktikumkan memiliki penyebaran yang terjadi.
Table 3:
Larutan
hasil
Keju + etanol
Homogeny
Margarin + etanol
Menggumpal
Minyk zaitun + etanol
Menggelembung
Minyak zaitun + etanol
Gelembung diatas, air diatas

            Dari bahan yang diujikan , di dapat hasil yang berbeda-beda kerana pada tiap tiap bahan yang diujikan memiliki sifat kelarutan yang tidak sama sehingga hasilnya berbeda. Lemak berkarakteristik sebagai biomolekul organic yang tidak larut atau sedikit larut dalam air dan dapat di ekstraksi dengan larutan non polar. Dari table diatas,larutan antara larutan lain berbeda hasil yang di dapat. Yang membuktikan di setiap bahan memiliki kandungan lemak yang tidak sama. Sesuai dengan pendapat (Salirawati et al,. 2008), bahwa lemak digolongkan berdasarkan kejenuhan ikatan pada asam lemaknya. Kerana setiap lemak ikatan asam yang berbeda.
Table 4:
Larutan
hasil
Air + lesitin telur + minyak zaitun
Lesitin terpisah
Air + miyak zaitun + minyak zaitun
Terdapat gelembung

            Dari table 4 dapat diketahui bahwa ketika air dan lesitin di campurkan, tidak dapat bersatu. Yang menandakan bahwa lesitin telur mengandung lemak dan tidak larut dalam air.
            Ketika air dan minyak zaitun di homogenkan, maka terjadilah emulsi.Dan penambahan zat ketiga kembali, memiliki fungsi sebagai daya aktif permukaan sekaligus bertindak sebagai emulgator.Air dan minyak merupakan cairan yang tidak saling berbaur tetapi saling ingin terpisah karena mempunyai berat jenis yang berbeda.
            Sesuai dengan pernyataan (Astawan , 2006) yang menyatakan bahwa air dan minyak merupakan cairan yang tidak saling berbaur karena memiliki berat jenis yang berbeda. Bahan yang dapat berperan sebagai penegmulsi antara lain kuning telur, kasein, albumin, atau lesitin seperti yang digunakan pada praktikum ini.
Table 5:
Larutan
Hasil
Air + minyak zaitun + HCL encer
Lebih bening
Air + minyak kelapa + HCL encer
Kurang bening
Air + minyak zaitun + air soda
Lebih bening
Air + minyak kelapa + air soda
Kurang bening,minyak diatas larutan lebih terlihat

            Berdasarkan table 5, dapat disimpulkan bahwa adanya emulsi. Maka pernyataan ini sesuai dengan pendapat Yustus (2000), yang menyatakan bahwa jika air dan lemak ternyata tidak stabil saat terjadi emulsi setelah pengocokan.Sehingga kembali keadaan semula (campuran) setelah di diamkan sejenak.

D.Enzim
            Enzim dapat di produksi dengan cara mengekstraksi jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Cara ini memiliki beberapa kelemahan, sehinggga yang sering dan umum dilakukan adalah cara membiakkan mikroba penghasil enzim yang dikehendaki pada media tertentu kemudian diektraksi. Keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah, dapat di produksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Stone (2003), menyatakan bahwa keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah dapat diproduksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol. Kecepatan produksi enzim dapat lebih ditingkatkan dengan mengunakan strain mikroba, induksi mutan dan perbaikan kondisi kultur pertumbuhannya.
            Dari praktikum yang telah dilakukan dan diamati, didapatkan hasil seperti dalam table berikut:
Tabel.1
No
       Nama
       Warna
Suka        Tidak
       Bau
Suka    Tidak
       Rasa
Suka     Tidak
1.
       Amin
  
    -
   -
 
    -
 
2.
       Idris
  
    -
   -
 
    -
 
3.
       Reni
  
    -
   -
 
    -
 
4.
       Merry
  
    -
   -
 
    -
 
5.
       Fitria
  
    -
   -
 
    -
 

Pada Tabel.1 percobaan yang dilakukan menggunakan kulit papaya, yang mana kita mengamati bau, warna, dan rasanya. Pada kulit papaya terdapat sedikit getah yang menempel pada bagian kulitnya. Dan disitu juga terdapat enzim papain meskipun tak banyak. Enzim itu sendiri merupakan biokatalisator, yang dapat mempercepat reaksi namun tidak ikut bereaksi. Sama hal nya dengan pernyataan Jameso Brends (2000), yang menyatakan bahwa enzim sebagai katalisator karena enzirn sebagai suatu zat yang dapat mempercepat reaksi kimia tanpa ikut atau muncul dalam hasil reaksi.
Pada pengamatan kulit pepaya yang telah dihaluskan, kulit papaya tersebut memiliki warna yang bagus. Warnanya hijau muda, namun bau dan rasanya sangat tidak enak sehingga banyak orang tidak suka.
Enzim juga memiliki spesifikasi tinggi saat bereaksi, seperti pendapat Reybred (2003), yang menyatakan bahwa enzim merupakan biokatalisator dengan spesifisitas dan efisiensi tinggi.

Tabel.2 Getah papaya dan krim santan
No
       Nama
       Warna
Suka        Tidak
       Bau
Suka    Tidak
       Rasa
Suka     Tidak
1.
       Amin
  
    -
   -
 
    -
 
2.
       Idris
   -
   
   -
 
    -
 
3.
       Reni
  
    -
   -
 
    -
 
4.
       Merry
  
    -
   -
 
    -
 
5.
       Fitria
  
    -
   -
 
    -
 

            Pada Tabel.2, dapat dilihat bahwa penambahan krim santan pada getah papaya dapat sedikit menghilangkan bau tidak sedap pada getah pepaya itu sendiri.Dari pengamatan yang telah dilakukan, pada uji Organoleptik terdapat hasil yang berbeda-beda, hal ini disebabkan karena berbedanya penadapat masing-masing orang saat dilakukan pengujianPenambahan ataupun pencampuran antara krim santan dan getah papaya muda, bau yang awalnya tidak sedap pada krim santan akan berubah menjadi lebih baik dibandingkan dari bau awalnya. Sesuai dengan pernyataan Wibowo (2001), yang menyatakan bahwa pada penambahan getah buah pepaya muda dengan krim santan kelapa jika dicampur antara yang dengan yang lain maka dari warna rasa dan baunya akan jauh berubah dari awalnya. Tetapi meskipun bau pada krim santan dan getah papaya muda sedikit berkurang, tetap saja pada percoban kali ini para praktikan masih saja tidak menyukai bau nya dikarenakan bau yang menyengat. 
Enzim berperan penting dalam mengekstraksi minyak kelapa, seperti pada pencampuran antara getah papaya muda dank rim santan itu sendiri. Menurut  Jhonson (2002), menyatakan bahwa enzim yang berperan dalam ekstraksi minyak kelapa adalah enzim yang menghidrolisis makro molekul karbohidrat dan protein (proteolitik).
Enzim ini diproduksi dengan cara mengekstraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Di dalam tubuh enzim ini sangat dibutuhkan oleh jaringan tubuh kita, karena jika tidak ada enzim maka proses reaksi ditubuh kita akan berjalan lambat. Sebagai parameter dari reaksi enzimatis yang diketahui dalam penelitian yaitu Kmax dan Vmax yang menyatakan bahwa semakin murni suatu enzim maka akan semakin tinggi pula spesifik aktifitasnya. Vones (2002), menyatakan bahwa aktivitas spesifik enzim merupakan parameter reaksi enzim yang dapat mengambarkan daya kerja enzim yang bersangkutan.

Tabel.3
No
       Nama
       Warna
Suka        Tidak
       Bau
Suka    Tidak
       Rasa
Suka     Tidak
1.
       Amin
  
    -
  
   -
   
    -
2.
       Idris
  
    -
  
   -
   
    -
3.
       Reni
  
    -
  
   -
   
    -
4.
       Merry
  
    -
  
   -
   
    -
5.
       Fitria
  
    -
  
   -
   
    -

            Pada Tabel.3 praktikan dituntut untuk mengamati warna, bau, dan rasa pada krim santan. Krim santan berperan sebagai penetralisir rasa tidak enak pada getah papaya yang telah dicicipi sebelumnya.
            Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat enzim bekerja pada suatu larutan, antara lain seperti: suhu, pH, serta factor lingkungan di sekitar. Seperti pernyataan  Wandi (2003), yang menyatakan bahwa hal yang perlu diperhatikan karena enzim merupakan protein biokatalisator yaitu daya tahan pada pH, suhu, dan lingkungan lain dengan kisaran yang tidak terlalu besar sehingga pemakaian buffer dan pemilihan faktor lingkungan yang tepat penting diperhatikan.





















BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
            Protein dan asam amino memberikan reaksi yang bersifat khas, bukan hanya bagi gugus amino dan gugus karboksil bebas, tetapi juga bagi gugus R yang terkandung di dalamnya. Protein dapat bereaksi dengan pereaksi-pereaksi lain seperti juga asam amino yang menjadi penyusunnya. Protein dapat mengendap atau terdenaturasi oleh logam berat, garam-garam anorganik, rusaknya struktur tersier dan kwartener, serta karena berada pada titik isolistriknya.
Dengan melaksanakan praktikum mengenai kelarutan asam amino, dapat disimpulkan bahwa Daya larut beberapa asam amino tertentu dapat larut pada pelarut tertentu, misalnya : glisin dan histidin dapat larut dalam larutan HCl, NaOH dan Aquades, sedangkan tirosin larut dalam larutan etanol.
Karbohidrat merupakan kelompok besar senyawa polihidroksialdehida dan polihidroksiketon atau senyawa-senyawa yang dapat dihidrolisis menjadi polihidroksialdehida atau polihidroksiketon. Karbohidrat dikelompokkan menjadi empat kelompok penting yaitu monosa-karida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida.
Fruktosa adalah larutan yang memiliki warna yang berbeda yaitu merah bata dibandingkan dengan larutan yang lain yang memiliki warna biru kemerah-merahan. Glukosa, fruktosa, sukrosa, laktosa, galaktosa, dan maltosa merupakan karbohidrat, ini ditandai dengan adanya perubahan warna pada larutan
Lipid adalah zat organik yang sangat hidrofobik yang berarti bahwa zat-zat tersebut sukar/sam sekali tidak larut dalam air.
Sifat fisik lipid adalatr tidak dapat larut dalam air tetapi larut dala satu/lebih pelarut organik misalnya eter, kloroform, benzen, dan sering disebut pelarut lemak. Ada hubungan dengan asep lemak dan estery mempunyai kemungkinan untuk digunakan oleh makhluk hidup.
Enzim merupakan protein yang disentesis oleh sel hidup untuk mengkatalisasi reaksi yang berlangsung didalamnya. Oleh karena reaksi yang enzimatis sangat bervariasi, maka biokatalisator yang dibentuk, jumlah maupun jenisnya tak terhitung banyaknya. Enzim merupakan biokatalisator dengan spesifikasi dan efisiensi tinggi. Enzim dapat diproduksi dengan cara mengektraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Hasil uji Organoleptik menghasilkan tanggapan indera yang berbeda-beda.

Saran
Sebaiknya dalam melakukan praktikum, praktikan harus bisa memanfaatkan waktu yang telah ditentukan, agar data yang diperoleh lebih akurat. Dan semoga pada praktikum yang akan datang menjadi lebih baik dan kita semua bias menjalankan praktikum ini dengan lebih paham lagi, serta menjaga kebersihan lab.











LAMPIRAN
                      

 
















DAFTAR PUSTAKA
Amatsier2010. Metode Fitokimia Terbitan Kedua. Penerbit ITB, Bandung
Anonim 2008. Biologi. Erlangga, Jakarta.
Anonim, ASAM AMINO, www.forumbinaraga.com
Lehninger, Albert.L.2000. Dasar-Dasar Biokimia. Jilid I. Jakarta
Lehninger, A.2001.Dasar-dasar Biokimia.Terjemahan Maggy Thenawidjaya.                      Erlangga, Jakarta
Murray dkk 2009). Biokimia Kedokteran Dasar. Penerbit EGC, Jakarta
Nursholeh. Laporan kuliah. Nursholehfapetunja.blogspot.com.
Pratana, 2003. Petunjuk Praktikum Biokimia. Universitas Gadjah Mada,     Yogyakarta.
Pratana, 2003. Pengantar Kimia. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Sudarmadji dkk 2007. Biologi Molekuler dan Sel. Erlangga, Jakarta.
Suwandito, Tri Martini, METABOLISME PROTEIN DAN ASAM AMINO,       www.google.com ,
Tim penyusun. 2006, Penuntun Praktikum Biokimia Umum, Laboratorium Biokimia, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Tri Rini Nuringtyas,(http:// ASAM AMINO DAN PROTEIN, www.google.com ,)
Umar,2008. Biologi Sel. Angkasa, Bandung.
Wahjudi, 2003. Kimia Organik Edisi Kesebelas, Erlangga, Jakarta.